Ekonomi

Politik Kondusif Dukung Investasi

Kamis, 7 December 2017 16:51 WIB Penulis: Teguh Nirwahyudi

MI/RENDY

SITUASI keamanan yang kondusif di Provinsi Bangka Belitung (Babel) menjadi modal berharga bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal ini dikemukakan Sekda Babel Yan Megawandi dalam seminar Transformasi Perekonomian Bangka Belitung Optimalkan Potensi dan Akselerasi Investasi di Hotel Novotel, Bangka, Kamis (7/12).

"Tahun ini kami menggelar satu pilkada dan tahun depan ada tiga pilkada. Tetapi suasana perpolitikan tetap nyaman. Artinya, ada momentum di Babel untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang bisa mengangkat kehidupan 1,4 juta penduduk tanpa gangguan berarti. Kelemahan kami selama ini masih di seputar akses transportasi dan kualitas infrastruktur," kata Yan.

Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat ke depan, Pemprov Babel kini sedang merintis pengembangan dua kawasan ekonomi khusus (KEK), yaitu di sisi timur Sungai Liat (Kabupaten Bangka) dan di Tanjung Gunung (Kabupaten Bangka Tengah).

"Kedua KEK itu digarap oleh konsorsium Pan Semujur. Keduanya akan mengutamakan potensi wisata bahari," ujar Yan.

Berkaca pada KEK Tanjung Kelayang di Pulau Belitung, lanjut Yan, penggarapan KEK Sungai Liat dan KEK Tanjung Gunung dilakukan secara paralel antara pemda dan konsorsium.

"Pemda menyelesaikan tanggung jawab di sisi administrasi sementara investor sudah bisa memulai aktivitas mereka."

Yan optimistis kehadiran dua KEK tersebut dapat menaikkan kontribusi pariwisata terhadap PDRB Babel.

"Apabila pada 2006/2007 sumbangan sektor wisata sekitar 1,3% tetapi pada 2012 lalu sudah meningkat 4,8%. Sumbangan terbesar masih dari sektor tambang, yakni sebesar 17%-18%."

Untuk menarik minat wisatawan terutama dari mancanegara, Pemprov Babel juga telah menyiapkan sejumlah event seperti sport tourism dan festival kuliner.

"Kami pun menyiapkan peresmian geopark dan marine park di KEK Sungai Liat dan KEK Tanjung Gunung. Ke depan, geopark ini kami usulkan ke dunia bersama Geopark Tambora, Geopark Belitung, dan Geopark Raja Ampat," ungkap Yan.

Asisten Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi Bank Indonesia Handri Adiwilaga mengakui membaiknya perekonomian dunia memang membawa dampak terhadap pertumbuhan baik di tataran nasional maupun daerah.

"Ini momentum yang juga harus dipikirkan oleh Babel. Tetapi pekerjaan rumah yang harus diberesi adalah infrastruktur, teknologi, dan sumber daya manusia yang berperan terhadap peningkatan pendapatan daerah," kata Handri.

Sementara di mata pengamat ekonomi Aviliani, untuk meningkatkan penerimaan dari sektor pariwisata, Pemprov Babel harus berpikir out of the box.

"Tidak perlu lagi mengeluarkan gambar-gambar indah kalau masyarakat tidak diberi pemahaman bagaimana menghargai wisatawan," ujar Aviliani.

Menurut Aviliani, di Indonesia itu ada sekitar 150 juta orang punya penghasilan lebih yang bisa menjadi target pariwisata.

"Itu potensi yang menarik untuk mengembangkan pariwisata. Pengembangan wisata kepulauan jangan berkiblat ke satu negara saja. Semua tujuan wisata harus menjadi pola untuk dicontoh. Soal infrastruktur, ya harus diperbaiki juga," ungkap Aviliani.

Untuk menarik minat investor menanamkan modal mereka di sektor pariwisata, Aviliani berharap pemerintah daerah bisa memberikan kepastian hukum, menyiapkan studi kelayakan, dan memaparkan peluang usaha. (OL-6)

Komentar