Internasional

Menag: Palestina tidak Semata Masalah Umat Islam

Kamis, 7 December 2017 15:02 WIB Penulis: Achmad Zulfikar Fazli

MI/Susanto

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, dukungan Indonesia kepada Palestina bukan hanya semata-mata karena faktor agama. Namun, hal itu memang telah diamantkan dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945 tentang jaminan hak kemerdekaan setiap orang dan negara.

"Masalah Palestina itu tidak hanya semata-mata masalah umat Islam saja, tetapi ini hakekatnya sudah menjadi amanat pembukaan UUD kita di mana setiap orang harus dijamin hak kemerdekaannya," kata Lukman di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12).

Menurut dia, Presiden Joko Widodo dalam setiap forum internasional juga konsisten mendukung kemerdekaan rakyat Palestina. Karena itu, kata dia, Indonesia akan terus konsisten berada di belakang rakyat Palestina untuk bisa mendapatkan kemerdekaannya.

Ia pun memandang keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah mengingkari proses perdamaian antara Palestina-Israel.

"Jadi Ini tidak hanya sekedar problem umat Islam semata, tapi ini problem kemanusiaan, ini problem upaya orang mendapatkan hak kemerdekaan. Jadi ini menjadi problem semua kita," tegas dia.

Presiden AS Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan berencana memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem. Proses itu segera dimulai.

"Hari ini akhirnya kami menyadari hal yang nyata. Bahwa Jerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan kenyataan dan tepat dilakukan," kata Trump di Gedung Putih.

Keputusan Trump berbalik dengan kebijakan luar negeri AS. 'Negeri Paman Sam' sempat menolak pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum konflik Israel-Palestina dapat diselesaikan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengapresiasi penuh keputusan Trump. Dia bahkan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keras pengakuan dari Trump. Menurut Abbas, langkah itu melanggar seluruh aturan internasional.

Abbas menegaskan Yerusalem adalah ibu kota abadi dari Palestina. Rakyat Palestina, kata dia, tetap berjuang untuk mempertahankan Jerusalem serta kemerdekaan Palestina. (OL-6)

Komentar