Polkam dan HAM

Praperadilan Novanto Tetap Lanjut

Kamis, 7 December 2017 11:23 WIB Penulis: Micom

ANTARA

Hakim tunggal gugatan praperadilan terhadap status tersangka Ketua DPR Setya Novanto, Kusno tetap melanjutkan sidang, meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara Novanto ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Saat membuka sidang, hakim tidak menyinggung soal pelimpahan berkas Novanto yang sudah dinyatakan lengkap. "Semua pihak sudah hadir, kami persilakan pemohon membacakan permohonannya," ujar Kusno.

Kemudian, Ketut Mulya selaku kuasa hukum Novanto membacakan petitum permohonan. Ia mempermasalahkan KPK yang menetapkan kembali kliennya sebagai tersangka kasus korupsi KTP-elektronik (KTP-e) karena telah melanggar azas "ne bis in idem".

Menurut Ketut Mulya Arsana, kuasa hukum Novanto dalam putusan praperadilan pertama pada Jumat (29/9) yang dibacakan Hakim Tunggal Cepi Iskandar dinyatakan bahwa penetapan tersangka kliennya itu tidak sah.

"Isinya, menolak eksepsi seluruhnya, mengabulkan permohonan sebagian, penetapan tersangka tidak sah, dan memerintahkan menghentikan penyidikan," kata Ketut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis.

KPK sebenarnya telah selesai menyusun berkas perkara Novanto atau dinyatakan lengkap (P-21) kurang dari satu bulan setelah KPK menetapkan kembali Novanto menjadi tersangka pada 10 November 2017.

KPK telah melakukan pelimpahan tahap dua dengan menyerahkan tersangka dan berkas dari penyidikan ke penuntutan. Dengan pelimpahan berkas, kasus ini akan segera disidangkan.

Aturan soal gugurnya proses praperadilan yang diajukan terdakwa diatur dalam Pasal 82 Ayat 1 huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP) tentang Wewenang Pengadilan untuk Mengadili.

Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan. Penegasan makna dalam pasal tersebut merupakan putusan atas gugatan uji materi yang diajukan oleh Bupati nonaktif Morotai, Rusli Sibua. (Ant/OL-7)

Komentar