Internasional

Menanti Rumus Indonesia Bekerja di Myanmar

Kamis, 7 December 2017 09:15 WIB Penulis:

AFP/ED JONES

MEMASUKI semester kedua 2017, dunia internasional kembali dikejutkan dengan krisis kemanusiaan yang dialami etnik Rohingya, di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Aksi kekerasan oleh militer Myanmar terhadap etnik tersebut berujung pada eksodus ratusan ribu etnik Rohingya, dan terkuaknya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat oleh militer Myanmar.

Indonesia ikut berperan dalam meredakan konflik yang terjadi di Myanmar dengan mengutus Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi menemui pemimpin Myanmar Aung Sang Suu Kyi. Indonesia berhasil membuka akses bantuan bagi warga Rohingya.

Pertemuan itu membawa usulan rumus 4+1 dari Indonesia.

Empat elemen itu ialah mengembalikan stabilitas dan keamanan, menahan diri secara maksimal, dan tidak menggunakan kekerasan, perlindungan kepada semua orang di Rakhine, tanpa memandang suku dan agama, serta pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

"Empat elemen pertama merupakan elemen utama yang harus segera dilakukan agar krisis kemanusian dan keamanan tidak semakin memburuk," tegas Menlu Retno.

Sementara itu, satu elemen lainnya ialah pentingnya agar rekomendasi Laporan Komisi Penasihat untuk Rakhine State yang dipimpin mantan Sekjen PBB Kofi Annan dapat segera diimplementasikan.

Satu capaian penting misi diplomasi kemanusiaan Indonesia ini ialah dengan disepakatinya Indonesia dan ASEAN terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke Rakhine.

Mekanisme penyaluran dipimpin pemerintah Myanmar, tetapi melibatkan ICRC dan beberapa negara, termasuk Indonesia dan ASEAN.

Dalam pemberian bantuan, Indonesia selalu menekankan bahwa bantuan harus sampai kepada semua orang yang memerlukan, tanpa kecuali, tanpa memandang agama dan etnik.

Dunia internasional mengapresiasi upaya Indonesia tersebut. Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan Indonesia telah memberikan dukungan yang luar biasa bagi masyarakat Rohingnya.

Uni Eropa memuji langkah aktif Indonesia yang mengedepankan diplomasi dan dialog.

"Saya mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Indonesia dengan mengedepankan diplomasi dan dialog dalam penyelesaian krisis Rohingya," kata Dubes UE untuk Indonesia Vincent Guerend di Jakarta, Jumat (24/11). (AFP/Ant/IArv/I-1)

Komentar