Humaniora

KPH Berhasil Kendalikan Karhutla

Kamis, 7 December 2017 07:13 WIB Penulis: Pro/H-2

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sejak awal tahun hingga Oktober lalu menurun sebesar 65,68%, yakni 124.983 hektare (ha) jika dibandingkan dengan sepanjang 2016 yang mencapai438.360 ha.

Seluas 16,99% di antaranya terjadi di hutan produksi yang dikelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

"Secara keseluruhan capaian kegiatan pengendalian karhutla 2017 memuaskan. Keberhasilan penanganan karhutla pada tahun ini antara lain karena adanya kebijakan dan paradigma baru dalam pengendalian karhutla. Yakni, pemerintah mengedepankan upaya pencegahan dengan memobilisasi peran stakeholder di tingkat tapak, seperti penguatan peran KPH," kata Direktur Kebakaran Hutan dan Lahan Raffles B Panjaitan, kemarin.

Menurutnya, pembentukan 50 regu Brigade Pengendali Karhutla di KPH sejak 2015 meningkatkan jangkauan pengendalian karhutla hingga tingkat tapak.

Dengan demikian, luas karhutla menurun drastis.

"Peran KPH sangat signifikan membantu pencapaian ini. Kami akan terus mendukung peran KPH melalui penguatan kelembagaan dan sarana prasarana karhutla," ujar Raffles.

Pada tahun ini, ujarnya, KPH yang dibentuk telah melaksanakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P 32 Tahun 2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

KPH yang terdiri dari Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP), Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL), dan KPH Perum Perhutani mendapat tugas melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok pengendalian kebakaran hutan dan lahan, mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), organisasi serta sarana prasarana di bidang pengendalian karhutla.

Berdasarkan pantauan Posko Pengendalian Karhutla pada 5 Desember, dari Satelit NOAA tidak terpantau adanya hotspot atau titik panas.

Adapun pantauan satelit TERRA AQUA terpantau satu hotspot di Provinsi Sumatra Selatan.

Komentar