Megapolitan

Hampir Sepekan, Gas Melon masih Langka

Kamis, 7 December 2017 07:03 WIB Penulis: Aya/Gan/Sru/KG/SM/DD/J-4

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

KELANGKAAN gas elpiji tabung 3 kilogram alias tabung melon terjadi di Jakarta dan para kota penyangganya, beberapa hari terakhir.

Warga mengaku resah karena kalaupun mereka berhasil membeli gas tabung melon, harganya melambung.

"Kemarin sih saya beli di warung harganya sudah Rp22 ribu. Biasanya Rp17 ribu. Ya mau gimana lagi? Kan, kita juga butuh masak buat makan," kata Nur, 45, warga Kompleks Sandang, Palmerah, Jakarta Barat, kemarin.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, harga gas melon naik menjadi Rp21 ribu hingga Rp25 ribu, dari harga normal Rp17 ribu.

Meski lebih mahal, sejumlah warga mengaku sengaja membeli dua tabung sekaligus.

"Biar enggak ribet nanti kalau bener-bener langka," ujar Yati, 50, warga Jalan KH Muchtar, Palmerah.

Wahyu, 40, pemilik warung di Jalan Musyawarah, Kebon Jeruk, mengaku pasokan dari agen gas berkurang sejak tiga hari lalu.

Jika biasanya mereka mendapat jatah 70-80 tabung per hari, sekarang hanya dapat 10 tabung.

"Warga pun banyak yang ambil langsung ke agen, dijatah satu orang lima tabung, karena kita tidak bisa sediakan. Warung pada kosong," keluhnya.

Untuk mempertahankan keuntungan penjualan, dia pun menaikkan harga. Satu tabung dilepas seharga Rp25 ribu.

"Karena dari agen mematok harga Rp21 ribu," imbuhnya.

Warga Petukangan Utara, Jakarta Selatan, pun mengeluhkan kelangkaan gas melon.

"Ya, Tuhan, kesal sekali tiga hari ini. Di mana lagi mencari gas elpiji? Mau makan saja susah sekali," cetus Yuli, 46.

Hanya Bekasi

Tak hanya di Jakarta, di Bogor kelangkaan bahkan sudah dikeluhkan selama sepekan terakhir.

Tulisan 'gas kosong' terpampang di warung-warung pengecer.

Begitu pula di Tangerang Raya, baik kota maupun kabupaten.

Noni, pemilik pangkalan gas resmi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Kota Tangerang, mengaku pasokan dari PT Pertamina berkurang.

Setiap bulan, dia mendapat jatah 950 tabung, dengan harga jual Rp16 ribu.

"Biasanya seminggu dua kali kami dikirim. Sekali kirim 100 tabung gas 3 kg. Tapi minggu ini tidak dikirim. Saya cek ke agen, katanya tidak ada kiriman dari Pertamina," kata Noni.

Di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, kondisinya sama. Usman, warga Sepatan, Kabupaten Tangerang, bahkan gagal menemukan gas tabung melon.

"Semua warung tidak jual. Yang lebih mahal pun tidak ada. Akhirnya beli makanan," kata Usman.

Para pedagang di Tangerang Selatan yang putus asa akhirnya beralih ke tabung 12 kilogram.

"Saya sudah mutar ke mana-mana, dari Ciputat Timur, Ciputat, Cinere, Rempoa, dan Pamulang. Akhirnya saya pindah ke gas 12 kg," tutur Halif, pedagang nasi uduk di Ciputat Timur.

Tak ubahnya kondisi di Kota Depok. Rosa Puspita, warga Harjamukti, Cimanggis, mengaku baru bisa mendapatkan gas melon di Pasar Kranggan dan Pondok Gede, Bekasi.

"Itu pun harganya sudah Rp25 ribu, biasanya Rp16 ribu. Kenapa langka? Apakah permainan distributor?" kata ibu rumah tangga itu.

Ternyata hanya di Bekasi, kelangkaan tidak terjadi. Dede Adhitama, 33, warga Permunas III, Bekasi Timur, mengaku hingga Selasa (6/12) gas melon masih bisa dibeli dengan harga normal, yakni Rp18 ribu.

"Tadi pagi saya baru beli, kok, di pengecer dekat rumah. Semoga di Bekasi tidak (langka) ya," kata Dede.

Komentar