Megapolitan

Pascaoperasi Pasar,Warga Diminta Melapor jika masih Kesulitan

Kamis, 7 December 2017 06:53 WIB Penulis: DD/KG/J-4

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

MASYARAKAT diimbau agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan dalam menghadapi kelangkaan gas elpiji tabung 3 kilogram (kg) alias tabung melon.

Pertamina pun meminta masyarakat melapor jika masih kesulitan dalam menemukan kelangkaan atau penjualan dengan harga tidak wajar.

"Penyebab kelangkaan ialah tingkat konsumsi naik karena memghadapi libur panjang," ujar Kepala Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati kepada Media Indonesia, kemarin.

Dia mengaku kelangkaan sudah diatasi dengan operasi pasar.

"Untuk Bogor sudah lakukan operasi pasar. Akan tetapi, kalau untuk Jakarta, Pertamina lakukan penambahan pasokan ke agen atau pangkalan resmi dan operasi pasar," lanjutnya.

Operasi pasar, kata dia, tidak hanya bertujuan menambah pasokan gas di masyarakat, tapi juga sebagai upaya menstabilkan harga.

Pada operasi tersebut, gas dijual sesuai dengan harga eceran resmi di daerah masing-masing.

"Kalau masih ada keluhan, warga bisa menghubungi contact Pertamina di nomor 1500-000," tegasnya.

Dia mengatakan pihaknya sudah meningkatkan pasokan elpiji 3 kg untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Jawa Barat, dan Banten.

"Bahkan ada yang mencapai 60% jika dibandingkan dengan penyaluran normal," imbuhnya.

Di Bogor, operasi pasar digelar sejak Senin (4/12), dengan target 25 titik. Dalam operasi itu penyaluran meningkat sekitar 42% jika dibandingkan dengan rata-rata penyaluran normal.

Kemarin, antrean mengular tampak pada operasi pasar di jalur Puncak, kawasan Kampung Arab, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Warga tampak berjejer menenteng tabung melon kosong.

"Sekarang langkahnya operasi pasar. Kami berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan Disperindag. Operasi pasar kami lakukan di 10 titik. Satu titik 560 tabung. Kita lihat kebutuhan beberapa hari ke depan. Mudah-mudahan kembali normal," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiharto.

Operasi pasar juga dilakukan di Kota Depok, yang menyalurkan sekitar 24% jika dibandingkan dengan penyaluran normal.

Kemarin, antrean panjang tampak di Jalan Poinmas, Pancoran Mas, Kota Depok.

"Saya bersyukur akhirnya ada operasi gas elpiji. Harganya Rp16 ribu. Tak masalah harus antre," ujar warga Jalan Jambore RT 002/RW 06 Kelurahan Harjamukti.

Ratusan warga dari berbagai kecamatan menyambangi operasi pasar yang digelar PT Astri Gas Cemerlang itu.

Komentar