Ekonomi

Demi Efisiensi PLN Fokus ke EBT

Kamis, 7 December 2017 06:33 WIB Penulis: Ahmad Punto Laporan dari Jiansu,Tiongkok

Sumber: Ditjen EBTKE Kementerian ESDM/Grafis: Seno

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) fokus mengembangkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk sejumlah proyek pembangkit mereka.

Sampai hari ini, porsi pembangkit PLN yang memanfaatkan EBT baru sekitar 12%-13% dari total pembangkit.

Menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, ada dua hal yang menjadi alasan mengapa mereka fokus di sektor EBT. Pertama, pihaknya ingin mengejar target pemanfaat-an energi baru terbarukan hingga 23% pada 2025.

"Kedua, PLN juga berusaha membeli EBT dengan harga yang efisien agar bisa menekan biaya pokok produksi (BPP). Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2017 tentang pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik," kata Sofyan saat mengunjungi perusahaan Dongfang Huanseng Povoltaic di Jiansu, Tiongkok, Selasa (5/12).

Peraturan yang telah di-sempurnakan dengan Per-aturan Menteri ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tersebut mengatur harga listrik EBT menjadi lebih efisien.

Demi efisiensi itu juga, kata Sofyan, PLN sejak 1-2 tahun terakhir menerapkan sistem pembelian langsung ke pengembang, tak lagi melalui middle man atau trader.

"Dengan pola itu efisiensi-nya luar biasa, bisa sampai 30%-40%. Jadi terutama setahun terakhir ini kita terus melakukan survei dan penjajak-an agar PLN bisa mendapatkan harga kompetitif dengan kualitas terbaik. Harapannya harga ini nantinya bisa menekan BPP PLN, terutama untuk EBT," ungkap Sofyan.

Studi banding

Dalam satu tahun ini, kata Sofyan, PLN telah menandatangani power purchace agreement (PPA) dengan pengembang dan kontraktor EBT yang jumlahnya mencapai 1.200 Mw.

Jumlah tersebut diklaim melampaui pencapaian dalam 10 tahun sebelumnya.

Kunjungan ke Tiongkok yang diikuti hampir seluruh direksi PLN, anggota Dewan Energi Nasional (DEN), dan sejumlah rektor universitas terkemuka di Indonesia itu dilakukan juga dalam rangka studi banding tentang kualitas dan harga demi mendapatkan harga yang terbaik langsung dari perusahaan.

"Dengan Dongfang sebelumnya kita sudah bekerja sama di beberapa PLTU yang kita punya. Tapi untuk kunjungan ini kita masih sebatas menjajaki produk baru mereka, yaitu solar cell atau panel surya," tutur Direktur Perencanaan PLN Syofvi Felienty kepada Media Indonesia.

Saat ini, walaupun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah memiliki posisi strategis dalam pemenuhan energi global, PLN belum banyak memanfaatkannya.

Pembangkit EBT milik PLN sebagian besar juga masih dikontribusi PLTA dan panas bumi.

Terkait dengan pemanfaat-an EBT, Dirjen EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konvervasi Energi) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin, mengatakan pemanfaatan EBT sudah menjadi salah satu target serius PT PLN dalam pengembangan pembangkit listrik mereka dalam beberapa tahun terakhir dan ke depan.

"Kami menargetkan pertumbuhan bauran energi sampai akhir tahun ini bisa mencapai 1.3 (1.300 Mw)," ujarnya.

(Cah/E-2)

Komentar