Ekonomi

Pemerintah Mesti Optimalkan Dana Negara Maju untuk Tingkatkan Penggunaan EBT

Rabu, 6 December 2017 15:51 WIB Penulis: Cahya Mulyana

ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

MASYARAKAT Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) meminta kepada pemerintah untuk terus meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) atau energi ramah lingkungan. Hal itu termasuk dengan mengembangkan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi ramah lingkungan.

"Juga nantinya pemerintah perlu mengoptimalkan dana dari negara maju yang jumlah keseluruhannya US$100 miliar yang sudah disepakati dalam perjanjian Paris," kata Ketua Umum Maskeei RM Soedjono Respati pada diskusi yang dilaksanakan dalam rangkaiam Munas II Maskeei, di Jakarta, Rabu (6/12).

Menanggapi hal tersebut, Dirjen EBTKE, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, mengatakan pihaknya akan memastikan mekanisme penggunaan dana hasil perjanjian Paris terkait penurunan emisi gas rumah kaca dan menjaga suhu tidak naik 2 derajat sampai 2030. Pada pertemuan pekan depan di Paris, Kementerian ESDM yang mewakili delegasi Indonesia akan meminta kepastian dari para donaturnya yaitu negara industri.

"Kita pastikan dulu siapa saja negaranya dan dananya, apa saja teknologinya yang digunakannya dan mekanismenya. Walaupun secara komitmen dana US$100 miliar itu sudah final pada Paris agreement di 2015," ungkapnya.

Indonesia bersama sejumlah negara siap menggunakan dana tersebut dalam rangka menekan pemanasan global. Jadi setelah komitmen dari negara industri soal pengucuran dana tersebut rampung dan mulai cair pada 2020 salahsatunya bisa digunakan untuk peningkatan EBT.

Kemudian, pemandaatan EBT sudah menjadi salah satu target serius PT PLN (persero) dalam pengembangan pembangkit listrik mereka dalam beberapa tahun terakhir dan ke depan. Dalam satu tahun ini saja, penandatanganan power purchace agreement (PPA) yang dilakukan PLN dengan pengembang dan kontraktor EBT jumlahnya mencapai 1.200 MW atau melampaui pencapaian dalam 10 tahun sebelumnya.

"Kita menargetkan pertumbuhan bauran energi sampai akhir tahun ini bisa mencapai 1.3 (1.300MW)," tutupnya. (OL-6)

Komentar