Humaniora

Anugerah Budaya Maritim, Bangun Kesadaran Generasi Muda

Rabu, 6 December 2017 13:34 WIB Penulis: Syarief Oebaidillah

Ist

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan penghargaan kepada para pemenang Anugerah Budaya Maritim 2017 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Selasa (5/12) malam.

Anugerah ini diberikan bagi pemenang Festival Film Pendek Kemaritiman dan Festival Film Dokumenter Pelajar 2017 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) dan Kemendikbud.

“Film juga merupakan the extensions of man atau perpanjangan pancaindra kita. Ketika mata kita tidak menjangkau kedalaman dasar laut, melalui sebuah film kita dapat menikmati indahnya alam maritim kita yang indah luar biasa,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy pada sambutannya tadi malam.

Dia menegaskan kegiatan kompetisi kreatif untuk menumbuhkan kecintaan pada budaya maritim amat penting. Kegiatan seperti ini menjadi media pembelajaran bagi generasi muda dan para pelajar untuk berpikir kritis dengan menjaga nasionalisme.

"Film sebagai media komunikasi massa berperanan penting bagi pengembangan strategi budaya, peningkatan ketahanan nasional dalam pembangunan nasional, sarana pencerdasan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta wahana pengembangan potensi diri, dan pembinaan akhlak,” tegas Muhadjir.

Festival film pendek dan film dokumenter ini menantang generasi muda untuk lebih cermat dengan lingkungan sekitar, mampu menggali ide kreatif, sekaligus mengasah keterampilan membuat film bertemakan kemaritiman. Kompetisi ini bertujuan untuk menguatkan kembali kesadaran maritim generasi muda Selain hadiah berupa tropi dan uang, para juara menjadi duta maritim dan akan diikut sertakan dalam berbagai acara lingkup Kemenko Maritim.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia (SDM), Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dan Budaya Maritim Kemenko Maritim, Safri Burhanuddin pada acara ini menyatakab Festival Film Pendek Kemaritiman dan Festival Film Dokumenter Pelajar 2017 digelar guna menghidupkan kembali nuansa maritim dan menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat Indonesia akan budaya maritimnya yang pernah jaya di masa lalu.

"Media film pendek dan dokumenter dapat menjadi saluran pengingat budaya maritim kita. Selama ini kita dijejali film dokumenter dari luar, masa kita tidak bisa membuat film dokumenter sendiri?” cetus Safri Burhanudin.

Adapun 10 nominasi judul proposal film dokumenter yang dikirimkan peserta melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm ) Kemendikdud di antaranya: Tukik, Tarek Pukat (Surga Ikan Menawan Ujong Blang), Sewa, Petani Garam Terakhir, Penggerak Menganti, Pelaut Terakhir, Pecalang Segara, Keindahan yang Dipetik, Demokrasi Akar Rumput, dan Akar Sebuah Rasa.

Dalam Festival Film Dokumenter Pelajar 2017 ini, tiga proposal terpilih akan mendapatkan fasilitasi produksi oleh Pusbangfilm. (OL-6)

Komentar