Megapolitan

Polisi Menunggu Putusan Pengadilan Soal Niatan Penjualan Aset Bos First Travel

Rabu, 6 December 2017 13:20 WIB Penulis: Arga Sumantri

ANTARA

BOS First Travel Andika Surachman berkeinginan asetnya yang disita polisi dijual untuk membiayai jemaah umrah yang belum berangkat. Namun, polisi memastikan keputusan itu tergantung pengadilan.

"Itu kan barang bukti. Tergantung jaksa maupun hakim yang menentukan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Setyo mafhum, barang bukti aset yang disita bukan milik negara, tapi milik jemaah umrah First Travel. Namun, polisi tidak bisa serta merta menjual aset itu sebelum ada putusan pengadilan.

"Jadi nanti kita lihat sidangnya seperti apa," ujarnya.

Menurut Setyo, pada persidangan, hakim yang akan memutuskan barang bukti berupa aset nantinya dikembalikan kepada terdakwa, kepada negara, atau kepada yang berhak, dalam hal ini korban. Kalau misalnya diputuskan aset dikembalikan kepada jemaah, pengadilan juga yang bakal memutuskan rincian atau mekanisme pengembalian aset.

"Berapa orangnya, terima berapa. Itu namanya putusan tambahan," ujarnya.

Keinginan Andika menjual aset yang disita untuk membiayai jemaah umrah yang belum berangkat itu diungkapkan dalam persidangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.

Pada persidangan, Andika berjanji untuk memberangkatkan jemaah umrah korban Fist Travel. Ia berniat memberangkatkan jemaah dengan menjual aset yang disita polisi dan sokongan dana dari pihak yang disebut sebagai 'sahabat' dan 'lembaga' yang akan membantu.

"Dengan adanya bantuan para sahabat dan para pendana, diharapkan para vendor yang akan mendukung keberangkatan Bapak-Ibu juga akan terjamin," kata Andika di persidangan. (MTVN/OL-6)

Komentar