Travelista

Menikmati Dinginnya Hokkaido

Ahad, 3 December 2017 03:16 WIB Penulis: Ros/M-1

DOK. HOKKAIDO TOURISM ORGANIZATION

BAGI wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang, nama Tokyo, Kyoto, dan Osaka bukan hal baru lagi. Tiga kota utama di Jepang itu menjadi rute emas dan tujuan utama orang Indonesia. Di antara banyak tujuan wisata populer di Jepang, sebetulnya Prefektur Hokkaido termasuk destinasi favorit. Menurut Manajer Hokkaido Tourism Organization, Hiroyuki Fujii, popularitas daerah yang terkenal dingin itu menduduki posisi dua setelah Tokyo.

"Memang kendalanya tidak ada penerbangan langsung ke Hokkaido. Dari Tokyo wisatawan harus terbang sekitar 2 jam," ujar Hiroyuki, saat mempromosikan objek wisata Hokkaido, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurutnya, daerah yang kaya akan pemandangan alam tersebut sangat menarik di musim gugur dengan daun berubah warna menjadi merah. Saat musim dinggin hamparan salju juga memberi suasana romantis.

Para wisatawan, lanjut Hiroyuki, bisa menikmati daun musim gugur di danau Toya yang terletak di Taman Nasional Shikotsu pada pertengahan Oktober hingga November. Di Desember hingga Februari, berbagai atraksi musim dingin juga ditawarkan untuk wisatawan. Salah satunya city of light dan alamnya. Goryakaku, di Kota Hakodate, biasanya menggelar Goryakaku Hosinoyume Illumination (Goryo Star Dream Illumination).

"Itu sebuah pemandangan menawan dari bangunan yang berbentuk bintang dengan cahaya yang menggunakan 2.000 penerangan. Itu pemandangan fantastis yang wajib dilihat," tambahnya. Lebih lanjut, Hiroyuki juga merekomendasikan Shikaribetsuko di Kota Shikaoi. Bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman di musim dingin akan melihat seluruh tanah kota itu dilapisi salju. Selain itu, keindahan musim dingin bisa dinikmati di Kafe Es, pemandian outdoor.

"Seluruh bagian bangunan dan interiornya terbuat dari es. Selain itu, ada lapangan ski di setiap area di Hokkaido," tambahnya. Tidak lengkap rasanya bila berwisata tidak menikmati kuliner daerah setempat. Aneka hidangan laut bisa dinikmati di Hokkaido, seperti chowder soup yang terbuat dari kerang shakalin, mackerel, dan salmon dari Kota Rausu, nasi kepiting kanimesi dari Kota Oshamkanbe.

"Namun, bagi mereka yang tidak suka hidangan laut, banyak restoran juga menyediakan ayam goreng zangi dari kushiro, sup kari dari Sapporo, dan menu lainnya," jelasnya. Untuk sampai di pulau paling ujung Jepang itu, wisatawan bisa menggunakan pesawat terbang domestik ke sembilan bandara yang ada di Hokkaido, di antaranya New Chitose, Asahikawa, Hakodate, Bandara Wakkanai, dan Memanbetsu. Waktu tempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam dari Tokyo.

"Selain dengan pesawat terbang, wisatawan bisa menggunakan kereta api cepat Sinkansen dengan waktu tempuh 4 jam dari Stasiun Tokyo kemudian turun di Stasiun Hokodate Hokuto Baru," imbuhnya. Hiroyuki mengatakan dalam beberapa tahun terakhir ini pemerintah Jepang sedang memberikan kemudahan mendapatkan visa turis ke 'Negeri Sakura' itu.

Komentar