BIG CIRCLE

Matoa, Eco Watch dari Kayu

Sabtu, 2 December 2017 23:49 WIB Penulis: Eno

MI/ADAM DWI

ADA tiga kata yang paling mewakili produk dari Matoa, yakni urban, simplicity, dan nature. Matoa dari Bandung, Jawa Barat, itu menyasar kaum urban dengan desain jam tangan yang simpel dan menarik serta berbahan dasar ramah lingkungan menjadi DNA di setiap karya Lucky Dana Aria yang lahir pada 23 Maret 1986. Untuk pemilihan bahan dasar dari kayu, Lucky memilih kayu bekas limbah furnitur, yakni eboni Makassar dan maple. Matoa berkomitmen tidak merusak alam dengan cara mengeksploitasinya sehingga mereka menggunakan limbah kayu dari perusahaan yang menggunakan kayu seperti perusahaan interior.

Desain jam tangan Lucky memiliki nama unik berdasar daerah dan pulau yang ada di Indonesia, seperti Gili, Flores, Rote, Moyo, Sumba, dan Sunda. Selain itu, Lucky menjalankan misi sosial dengan penjualan jam tangan yang mencapai 1.000. Karena itu, ia menanam pula 1.000 pohon di Bandung dan beberapa kota lain. Create you're time ialah slogan yang diusung Lucky melalui jam tangan Matoa. Melalui karyanya, Lucky berhasil mendapatkan beragam penghargaan. Matoa membuktikan bahan yang terbuang ternyata bisa menjadi hasil karya yang banyak dicari orang, bahkan diekspor hingga berbagai negara.

Sebagai salah satu perusahaan dengan pelayanan yang baik bahkan setelah penjualan, Matoa menggunakan sistem garansi 1 tahun bagi para pembelinya yang membeli langsung melalui website, CS, atau toko. Matoa memberikan pelayanan mengganti atau memperbaiki kerusakan, bahkan kerusakan yang terjadi akibat kelalaian sendiri, seperti bodi patah, terkena air yang berlebihan, termasuk kerusakan terhadap mesin. Matoa memilih brand ambassador untuk mengepakkan sayap di dunia industri, yakni Puan Anindya, fotografer dan Yura Yunita, musikus.

Komentar