Polkam dan HAM

Airlangga Lapor Presiden untuk Bertarung di Golkar

Selasa, 28 November 2017 07:25 WIB Penulis: Gabriela JR Sihite

Pasal 29,32, 38 AD/ART Partai Golkar/L-1/Grafis: CAKSONO

TEKA-TEKI seperti apa sikap Presiden Joko Widodo terkait dengan rencana Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto maju menggantikan Setya Novanto sebagai ketua umum partai be-ringin terkuak sudah.

Putra mantan tokoh Golkar era Orde Baru Hartarto Sastrosoenarto itu mengaku sudah diberi restu oleh Presiden Jokowi untuk merebut posisi puncak di partai tersebut.

"Saya minta izin dibolehkan untuk ikut karena saya kan sekarang pembantu beliau. Jadi saya minta izin," kata Airlangga dalam diskusi yang digelar Kadin di Jakarta, kemarin.

Meskipun ada keputusan Rapat Pleno DPP Partai Golkar yang menunggu hasil sidang praperadilan yang diajukan Novanto atas penetapan status tersangkanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, desakan munaslub terus bergulir.

Koordinator Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar itu disebut-sebut sebagai figur yang tepat untuk menggantikan Novanto melalui munaslub.

Novanto kini ditahan KPK karena diduga terlibat dalam kasus proyek KTP elektronik.

Airlangga optimistis terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. "Saya berterima kasih kepada teman-teman di Kadin (Kamar Dagang dan Industri) yang mendukung moral untuk saya insya Allah ikut dalam kontestasi dan menjadi ketua umum di Golkar," ungkapnya.

Kadin Indonesia mendukung Airlangga meraih posisi bergengsi di partai tersebut.

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, Airlangga termasuk sosok yang komit dalam menyuarakan aspirasi pengusaha, termasuk yang di daerah.

Sebelumnya, satu hari setelah Novanto ditahan lembaga antirasywah, Airlangga menemui Presiden Jokowi di Istana Negara.

Selain itu, di saat yang bersamaan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan juga menyambangi Istana. Keduanya berdalih ada urusan pekerjaan di kabinet.

Namun, pada akhirnya Airlangga berbicara juga soal Golkar saat dimintai komentar soal penahanan Novanto. "Tentunya harus ada langkah-langkah untuk penyelamatan partai," kata dia seusai menemui Jokowi.

Munaslub

Seiring dengan itu, berdasarkan survei Poltracking Indonesia pada 8-15 November 2017, elektabilitas Golkar anjlok ke peringkat ketiga dengan hanya mengantongi 10,9%. Jumlah itu masih tertinggal jika dibandingkan dengan Partai Gerindra yang meraih 13,6%.

"Hasil survei itu pasti akan menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil langkah-langkah ke depan," ujar Wakil Sekjen Golkar Maman Abdurrahman seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi yang meringankan bagi Novanto di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Sehari sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menyatakan akan meminta Novanto mundur melalui Plt Ketua Umum Golkar Idrus Marham.

Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklaim sebanyak 20 DPD I mendukung munaslub. "Kita menangkap aspirasi masyarakat. Jika sudah ada usulan dari 2/3 DPD I, munaslub tak perlu menunggu praperadilan (Setya Novanto)," jelas Dedi di Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (26/11).

Selain Airlangga, tokoh lain yang disebut-sebut punya kans menggantikan Novanto ialah Idrus Marham, Sekjen Golkar yang kini menjabat plt ketua umum.(Dro/AU/AT/X-4)

Komentar