Sosok

Ujian Tersembunyi Profesor Jepang

Ahad, 26 November 2017 10:16 WIB Penulis: Ferdian Ananda Majni

Plt. Kepala LIPI Bambang Subiyanto ---MI/M Irfan

AWALNYA, Bambang Subiyanto tidak berniat menjadi peneliti. Namun, tahun demi tahun menapaki dunia penelitian hingga mengenyam gelar master dan doktor di Jepang membuatnya terus menemui banyak pengalaman yang membuatnya makin mencintai profesi tersebut.

“Yang paling berkesan itu saat saya masuk LIPI dengan status CPNS saya dikirim ke Jepang untuk training 3 bulan. Saat masuk LIPI pun saya masih ragu-ragu, apalagi ada teman juga yang keluar, mereka tidak tahan karena gajinya kecil dan saya harus berangkat ke Jepang,” kata alumnus Pendidikan Strata Satu di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Belakangan, kenangnya, Bambang baru menyadari pelatihan ke Jepang itu merupakan bentuk apresiasi LIPI terhadapnya. Dari situlah ia mulai menikmati masa training-nya di Universitas Kyoto, Jepang.

“Saat mulai menikmati masa training di Jepang, saya mulai memikirkan jika ingin berkarier di LIPI, pendidikan saya sebatas S-I tidak cukup. Saya mulai berpikir bagaimana pendidikan saya harus maksimal untuk bisa bertahan di LIPI,” sebut pria kelahiran Nganjuk, 20 Desember 1958, itu.

Niat itu ia sampaikan kepada sang profesor pembimbing dan nyatanya membuahkan sebuah pengalaman yang tidak dilupakan hingga kini. Pengalaman itu ialah ‘ujian-ujian’ unik untuk melanjutkan pendidikan.

Sang profesor memintanya mengadakan pesta dan Bambang diharuskan menyiapkan masakan Indonesia. Meski tidak lihai dalam urusan memasak, ia mulai belanja bumbu ala kadar untuk memasak nasi goreng.

“Saya jarang masak, ditambah lagi bumbu untuk mengolah nasi goreng di Jepang tidak selengkap di Indonesia. Jadilah saya bereksperimen dengan bumbu-bumbu yang ada. Ini perintah profesor saya maka sepenuh hati saya lakukan,” kenangnya.

Permintaan sang profesor tidak berhenti di sana. Bambang juga diajak naik gunung dengan membawa sejumlah perlengkapan. Usaha dan kerja keras Bambang yang sepenuh hati tidak sia-sia. Menjalang masa training berakhir, profesornya memberikan sebuah surat yang sangat berharga baginya, yakni surat rekomendasi untuk melanjutkan pendidikan. Sang profesor juga menjelaskan kegiatan memasak dan naik gunung merupakan ‘ujian tersembunyi’ yang nyatanya telah mampu menunjukkan kualitas tekad dan kecerdasan yang ada pada diri Bambang.

Seusai meraih gelar master bidang pertanian dan gelar doktoral di Jepang, Bambang pun kembali ke Tanah Air. Selepas itu perjalanan kariernya terus bersinar hingga kini mengemban tugas sebagai pemimpin LIPI. (FD/M-3)

Komentar