Sela

Antartika Pernah Diselimuti Hutan?

Rabu, 22 November 2017 20:39 WIB Penulis: Haufan Hasyim Salengke

wikipedia

ERIK Gulbranson dan John Isbell serta sekelompok peneliti internasional mencari fragmen-fragmen fosil di Antartika. Antara November 2016 dan Januari 2017, mereka mendaki lereng bersalju McIntyre Promontory dan memilah-milah batuan sedimen abu-abu di Pegunungan Transantartika untuk mendapatkan petunjuk.

Di akhir ekspedisi, mereka menemukan 13 fragmen fosil dari pepohonan yang berasal lebih dari 260 juta tahun lalu, sekitar waktu peristiwa kepunahan massal terbesar di Bumi terjadi. Penemuan fosil tersebut menyimpan petunjuk tentang hutan terdingin dan terkering di benua itu pada masa lampau.

"Secara keseluruhan, benua itu jauh lebih hangat dan lebih lembab daripada sekarang ini," kata Gulbranson, seorang profesor di University of Wisconsin–Milwaukee.

Pemandangan pada masa itu pasti dipenuhi hutan dengan tanaman dengan keragaman rendah dan tahan terhadap suhu ekstrem kutub, seperti hutan boreal di Siberia saat ini. "Anehnya, lokasi lapangan ini sebenarnya sangat dekat dengan garis lintang mereka sekarang," ujarnya. (National Geographic/OL-3)

Komentar