Nusantara

Sandra Selamat Berlindung di Gereja

Jum'at, 17 November 2017 21:00 WIB Penulis: Akhmad Safuan

ANTARA

DEMI keselamatan para pekerja tambang yang disandra oleh kelompok kriminalbersenjata (KKB), beberapa orang memilih mencari perlindungan di sebuah gereja di Desa Banti, Tembagapura, Mimika, Papua dan di sebuah bangunan bekas pos Koramil.

"Meskipun tidak ada yang sampai dianiaya, namun kami selalu di bawah ancaman senjata oleh kelompok itu yang sesekali meletuskan tembakan ke udara," kata Budi Tikno, 26, seorang sandra yang baru saja dibebaskan oleh tim gabungan TNI dan Polri kepada Media Indonesia di tempat penampungan sementara kantor kerukunan keluarga Jawa di Timika, Papua.

Penyanderaan yang dilakukan terhadap para pekerja pendulang emas dari limbah PT Freport, demikian Budi Tikno, warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota, Demak yang telah bekerja di Papua sebagai pendulang emas sejak 2013, cukup mencekam karena penuh ancaman dan tembakan dari KKB.

Selama penyanderaan yang berlangsung dua pekan tersebut, ujar Budi, meskipun dibiarkan melakukan aktivitas namun para sandra tidak bisa keluar dari desa dab tidak dapat mencari bahan makanan hingga sehingga sebagian besar kekurangan makanan dan untuk menghemat terpaksa hanya makan sehari sekali nasi putih tanpa lauk.

"Hanya perempuan yang boleh keluar desa, itupun di bawah pengawasan orang-orang bersenjata," ujarnya.

Para sandra yang jumlahnya ratusan dan sekitar 90 diantaranya orang Jawa, lanjut Budi Tikno, terpaksa menyelamatkan diri dengan meminta perlindungan di sebuah gereja di Desa Banti, Tembagapura, Mimika, Papua dan sebagian lainnya di sebuah bangunan bekas pos koramil.

Para pekerja pendulang emas dari Demak berjumlah 37 orang, menurut Budi Tikno, sekarang ini telah aman setelah dilakukan pembebasan oleh tim gabungan TNI dan Polri, sekarang sudah dapat menikmati makanan yang disediakan di penampungan sementara.

Setelah pendataan selesai, lanjutnya, para pekerja ini berencana pulang ke Jawa karena madih trauma dengan penyanderaan. "Pembebasan radi berlangsung cepat, saya melihat kelompok orang bersenjata itu menyingkir di atas bukit dengan sesekali terdengar tembakan," kata Budi. (OL-3)

Komentar