BIG CIRCLE

Salam Rancage Berangkat dari Tiga Masalah

Jum'at, 17 November 2017 10:15 WIB Penulis:

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH

ADA perempuan hebat di samping pria yang sukses. Ungkapan itu tepat rasanya menjadi dasar dari Salam Rancage untuk mengembangkan usaha.

Salam Rancage ialah sebuah wadah bisnis yang memberdayakan perempuan, di sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Salam Rancage yang dikembangkan Aling Nur Naluri Widianti, 35, sudah berdiri sejak 2012 dan melibatkan kurang lebih 97 ibu sebagai pekerja di daerah Bogor dan Jakarta.

Aling awalnya melihat ada tiga masalah sosial yang dialami para perempuan di sebuah wilayah di Kota Bogor, yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Di bidang ekonomi, berbagai keterbatasan menjadikan perempuan sulit mengakses pekerjaan dengan upah yang layak. Kedua ialah masalah lingkungan.

Tinggal di sekitar sungai dengan kebiasaan buruk terhadap lingkungan seperti membuang sampah ke sungai mengakibatkan banyak masalah lingkungan. Yang terakhir ialah masalah sosial.

Mereka tinggal di daerah urban yang kurang memiliki keeratan sosial di antara komunitas mereka.

Masalah tersebut melatarbelakangi Salam Rancage membuat sebuah usaha yang dapat berkelanjutan menjadi stimulan terlahirnya dampak-dampak positif yang dapat mereduksi masalah tersebut.

Hal yang unik dari Salam Rancage ialah menggunakan koran sebagai bahan dasar kerajinan tangan.

Selain memunculkan penghasilan, apa yang dilakukan Salam Rancage turut membantu memelihara lingkungan.

Saat ini revenue Salam Rancage telah mencapai Rp800 juta per tahun. Inovasi bisnis yang dilakukan melahirkan dampak positif di komunitas sehingga skala bisnis berbanding lurus dengan skala dampak.

Mereka juga membentuk suatu kampung yang bernama Kampung Koran sebagai bentuk kerja sama. (Eno)

Penghargaan yang telah diterima
1. Meritz prize in other natural material category pada Inacraft Award 2017
2. Icon of Trade Expo Indonesia 2016: Empowering Local Values for Global Inspiration
3. Penghargaan Penggiat Kebaikan Keluarga 2016, Giga Indonesia - BKKBN
4. Indonesian UKM with high export potentially 2013, Kementerian Perdagangan Indonesia

Komentar