Ekonomi

Presiden Prioritaskan Infrastruktur Sabang Sampai Merauke

Rabu, 15 November 2017 13:58 WIB Penulis: Voucke Lontaan

ANTARA

PRESIDEN Joko Widodo membuka Kongres Nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-20 di gedung Graha Gubernuran, Kelurahan Bumi Beringin, Manado,Sulawesi Utara (Sulut). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 5 hari ke depan dan diikuti peserta cabang GMNI se-Indonesia.

Saat membuka acara itu, Rabu (15/11), Presiden Jokowi menyampaikan, berbagai program pemerintah dalam membangun bangsaIndonesia yang tujuannya mensejahterakan rakyat.

"Sekarang pemerintah fokuspada membangun infrastrtuktur. Saya berbicara, saya sampaikan Indonesia itu negara besar. kita harus menyadarkan semua, negara kita ini negara besar," kata Presiden.

Ia mengatakan, jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 250 juta, yang terdiri atas 714 suku, dan 1.100 bahasa daerah yang memiliki keanekaragaman budaya adat istiadat bangsa Indonesia. Namun persoalannya, kata Presiden, banyak yang belum sadar Indonesia adalah negara besar.

"Karena itu, kenapakita bangun Infrastruktur besar-besaran, dan anggaran kita fokus konsentrasi ke sana," paparnya.

Menurut Presiden, infrastruktur dibangun bukan hanya untuk mengatasi masalah ekonomi, tetapi itu menyatukan negara Indonesia.

"Kita punya airport di Aceh orang Aceh ke Papua bisa. Tanpa infrastruktur bagaimana kita satukan suku," tegasnya.

Menyangkut pembangunan infrastruktur, Presiden mengatakan, orientasi pemerintah sekarang berubah di luar Pulau jawa menjadi prioritas. Sebab, selama ini pembangunan infrastruktur selalu menyasar di Pulau Jawa.

"Kenapa sekarang di luar Pulau Jawa?" tanya Presiden.

Tujuannya agar ada keadilan dari Sabang sampai Merauke. Ia menekankan pembangunan saat ini harus berdasarkan keadilan.

Ia mencontohkan pemerintah terdahulu mensubsidi bahan bakar minyak Rp300 triliun. Namun saat ini, anggaran itu dialihkan untuk membangun infrastruktur yang mutlak diperlukan bersaing dengan negara lain.

"Barang-barang bisa diangkut pelabuhan selesai dibangun, pembangkit listrik selesai menguatkan ekonomi," kata dia.

"Kita bangun Trans Sumatra untukapa, tol Manado- Bitung untuk apa, Balikpapan kita bangun, airport dibangun untuk apa? Supaya kita bisa bersaing di erapersaingan saat ini," jelasnya.

Presiden juga menyentil perbedaan harga bahan bakar minyak di berbagai daerah di Indonesia. Harga premium di Papua misalnya, bisa mencapai Rp100 ribu per liter, harga ini jauh lebih mahal dibandingkan harga di Pulau Jawa Rp6.450 perliter.

"Kalau seperti itu di mana keadilan sosial bagi seluruh rakyat di Indonesia. Herannya, harga bahan bakar minyak baru naik Rp1.000 saja banyak yang demo sampai berbulan-bulan. Saudara-saudara kita yangtinggal di Wamena (Papua) berapa puluh tahun diam-diam saja, enggak demo seperti itu," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan, hadirnya Presiden Jokowi merupakan kebanggaan bagi GMNI yang sedang melaksanakan kongres, dan juga masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya. Menurutnya, kehadiran Bapak Presiden Jokowi tentunya digharapkan lebih menumbungkembangkan semangat nasionalisme dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. (OL-6)

Komentar