Ekonomi

Neraca Perdagangan Oktober Masih Surplus US$900 Juta

Rabu, 15 November 2017 13:36 WIB Penulis: Gabriela Jessica Restiana Sihite

Ilustrasi

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Oktober 2017 masih surplus sebesar US$900 juta. Secara kumulatif, surplus neraca mencapai US$11,78 miliar sepanjang 2017.

"Bulan ini kita masih mengalami surplus US$900 juta," ucap Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/11).

Surplus tersebut diperoleh dari kenaikan ekspor pada Oktober 2017 sebesar 3,62% dari bulan sebelumnya menjadi US$15,09 miliar. Nilai ekspor tersebut juga naik 17% dari Oktober tahun lalu.

Sementara itu, nilai impor pada Oktober 2017 tercatat US$14,19 miliar atau naik 11,04% dari bulan sebelumnya dan 23,33% dari Oktober tahun lalu.

Secara kumulatif, nilai ekspor Januari-Oktober 2017 mencapai US$138,46 miliar atau naik 17,49% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, nilai impor hingga Oktober 2017 sebesar US$126,68 miliar atau naik 14,95% dari tahun lalu.

Lebih lanjut, Suhariyanto menyatakan surplus neraca perdagangan Indonesia paling besar dialami dengan India yang surplus US$8,46 miliar, Amerika Serikat US$7,9 miliar, dan Belanda US$2,58 miliar.

"Kalau yang defisit, Indonesia terbesarnya dengan Tiongkok US$11,07 miliar, Thailand US$3,12 miliar, dan Australia US$2,67 miliar," tukasnya.

Hingga akhir tahun, Suhariyanto memprediksi ekspor akan terus meningkat seiring dengan peningkatan permintaan dari berbagai negara yang mengalami musim dingin. Peningkatan ekspor itu pun diprediksi akan terus membuat neraca perdagangan surplus hingga dua bulan terakhir 2017.

"Itu karena tren tiap tahun biasanya ekspor naik karena ada musim liburan di luar pada akhir tahun," imbuhnya. (OL-6)

Komentar