Internasional

PM Kanada Kritik Kampanye Anti-Narkoba Duterte

Rabu, 15 November 2017 11:30 WIB Penulis:

AFP/MARK R CRISTINO

PERDANA Menteri Kanada Justin Trudeau memperingatkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengenai tuduhan pembunuhan di luar hukum dalam perang obat bius mematikan di Manila.

Komentar Trudeau, kemarin, terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji 'hubungan baik' yang dia nikmati bersama Duterte. Pejabat Filipina menyebut Trump tidak menyentuh isu hak asasi manusia dalam pertemuan itu.

"Saya juga menyinggung hak asasi manusia, peraturan undang-undang, dan pembunuhan di luar proses hukum karena menjadi isu yang menjadi perhatian Kanada," kata Trudeau kepada wartawan di Manila, menceritakan percakapannya dengan Duterte, kemarin. "Saya mengingatkannya untuk menghormati peraturan hukum.

"Menjelang pertemuan puncak regional di Filipina, kelompok hak asasi manusia mendesak para pemimpin dunia untuk menantang Duterte atas apa yang mereka katakan sebagai pelanggaran berat.

Duterte, 72, memenangi pemilihan umum presiden tahun lalu dengan membawa janji untuk memberantas narkoba melalui sebuah kampanye yang akan menewaskan 100 ribu orang.

Sejak dia menjabat, polisi melaporkan telah membunuh 3.967 orang dalam perang obat-obatan terlarang itu. Sebanyak 2.290 orang lainnya telah dibunuh dalam kejahatan terkait dengan narkoba, sementara ribuan kematian lainnya masih belum dipecahkan, menurut data pemerintah.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan Duterte mungkin melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Trudeau, kemarin, mengatakan Kanada memiliki reputasi dalam membahas hak asasi manusia (HAM) dan peraturan hukum dengan negara-negara lain.

Ketika ditanya bagaimana tanggapan Duterte, Trudeau berkata, "Presiden menerima komentar saya dan itu pembicaraan yang sangat ramah dan positif.""Itu merupakan hal yang penting bagi orang-orang Kanada, dan penting bagi dunia dan saya akan selalu mewujudkannya," kata Trudeau, mengacu pada HAM.

PM Kanada itu menambahkan, dia menawarkan dukungan kepada Duterte 'sebagai teman untuk membantu melangkah maju menghadapi tantangan nyata'. AFP/Hym/I-1

Komentar