Polkam dan HAM

Kuasa Hukum Ahok Kecewa atas Vonis Buni Yani

Rabu, 15 November 2017 08:48 WIB Penulis: MTVN/Ant/P-1

ANTARA/FAHRUL JAYADIPUTRA

KUASA hukum mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Humphprey Djemat, mengungkapkan kekecewaan atas vonis terhadap Buni Yani, terpidana kasus pelanggaran Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ia menilai hukuman yang dijatuhkan terlampau ringan. Semestinya, menurut Humphrey, Buni Yani mendapatkan vonis lebih berat ketimbang Basuki alias Ahok yang dijatuhi 2 tahun penjara. Buni Yani menimbulkan kegaduhan di masyarakat dengan memotong pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Kekecewaan juga dilontarkan pihak Buni Yani. Bagi mereka, Buni Yani tidak bersalah.

Kuasa hukum Buni Yani menyatakan akan melaporkan majelis hakim yang dipimpin M Saptono ke Komisi Yudisial seiring dengan vonis yang telah diputuskan. "Saya akan laporkan hakim ke Komisi Yudisial," ujar ldwin Rahadian saat ditemui seusai menemui massa pendukung di depan Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, kemarin.

Aldwin menilai hakim mengesampingkan faktafakta persidangan. Menurut rencana, kuasa hukum akan melaporkan majelis hakim pada Kamis (16/11). Majelis hakim yang dipimpin M Saptono menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun enam bulan terhadap Buni Yani, dalam pembacaan amar putusan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung.

Vonis itu lebih rendah jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta Buni Yani divonis dua tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider tiga bulan. Menurut hakim, Buni Yani terbukti melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Kepada massa pendukungnya, Buni Yani mengklaim dirinya tidak bersalah atas video unggahan pidato Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu. Oleh karena itu, ia pun tetap akan memperjuangkan nasibnya dengan menempuh upaya banding.

Komentar