Megapolitan

Diamond Dipastikan Tetap Tutup

Rabu, 15 November 2017 09:10 WIB Penulis:

Ilustrasi

SETELAH dikabarkan sedang dalam masa kajian untuk dapat beroperasi kembali, Diskotek dan Karaoke Diamond di Taman Sari, Jakarta Barat, dipastikan akan tetap ditutup.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak akan main-main menindak tempat hiburan yang kedapatan menjadi tempat peredaran narkoba.

“Kami serius mencegah narkoba. Jakarta tidak kompromi untuk praktik asusila. Tidak ada tutup, buka, tutup, buka. Tutup selesai. Saat di sana ditemukan narkoba maka tidak kami izinkan dibuka lagi,” tegas Anies dalam sambutannya pada pertemuan dengan para ulama di Balai Kota DKI, kemarin.

Izin usaha Karaoke Diamond dikaji ulang setelah karyawan tempat hiburan itu tertangkap memasok narkoba ke politikus Partai Golkar Indra J Piliang pada 14 September. Tempat hiburan malam itu pun disegel kepolisian.

Beberapa hari belakangan, beredar kabar segel tersebut akan dibuka pascarapat pembahasan yang melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI.

Hal itu diawali surat Disparbud kepada Satpol PP untuk menindaklanjuti status Diamond, menyusul surat Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya yang menyebutkan pihak manajemen Diamond tidak terlibat dalam kasus penangkapan Indra J Piliang.

Kepala Satpol PP DKI Yani Wahyu saat dimintai konfirmasi mengaku bingung menyikapi surat itu. Dia menafsirkan isi surat dan rapat menyiratkan permintaan agar pihaknya membuka segel.

Anies mengaku telah menerima laporan dari Yani tentang tindak lanjut status izin Diamond. Kepada Yani yang meminta petunjuk kepadanya, Anies menegaskan agar dinas tetap menjalankan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

Di sisi lain, penutupan Diamond disebut-sebut akan memengaruhi pendapatan pajak DKI. Menyoal hal itu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta enggan merilis nilai pajak yang selama ini diterima dari Diamond serta dampak pentupannya terhadap pendapatan DKI. “Saya tidak mau berkomentar tentang itu,” kata Plt Kepala BPKAD DKI Jakarta Michael Rolandi.

Narkoba

Langkah tegas terhadap tempat hiburan malam, menurut Anies, merupakan upaya memberantas peredaran narkoba.

Menurut data yang diterima Anies, jumlah pengguna narkotika terus bertambah. Dari sekitar 500 ribu pengguna narkotika di Jakarta, 40% merupakan karyawan, sedangkan 20% berstatus pelajar. “Ini informasi dari Kepala BNN Provinsi DKI yang saya terima,” imbuhnya.

Dia pun meminta setiap masyarakat waspada dan cermat memilih lingkungan bergaul sekaligus menjaga tempat dan lingkungan dari narkotika.

“Pemerintah tidak akan tinggal diam. Bila ada pelanggaran, kami tindak. Tidak ada kompromi, kami ingin semua keluarga dan orangtua tenang di tempat ini,” lanjutnya.

Anies menegaskan tak akan mengorbankan masa depan anak bangsa untuk kepentingan apa pun. Dia mengaku bakal mengerahkan sampai lingkungan terdekat dengan masyarakat.

“Kita juga akan aktifkan lewat RW siaga untuk pantau peredaran narkoba di kampung-kampung. Itu akan kita kerjakan semua,” tutup dia. (Sru/Mal/J-4)

Komentar