Ekonomi

Laba Holding Perkebunan Diproyeksikan Rp1,1 T

Rabu, 15 November 2017 08:10 WIB Penulis:

Ilustrasi

HOLDING Perkebunan Nusantara-PTPN III (persero) berhasil membukukan laba bersih pada triwulan III 2017. Perseroan mencatat laba Rp921,2 miliar atau naik 2014% dari periode yang sama tahun lalu yang merugi Rp805,5 miliar.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Dasuki Amsir mengatakan laba bersih bisa diraih dari peningkatan penjualan, produktvitas tanaman, efisiensi harga pokok, dan kenaikan harga komoditas.

Penjualan BUMN holding tersebut tercatat naik 4,89% dari Rp26,8 triliun menjadi Rp28,1 triliun hingga Oktober 2017. Kenaikan penjualan itu ditopang peningkatan produktivitas tandan buah segar (TBS) kebun sendiri sebesar 12,06%, minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) kebun sendiri 8,5%, dan kernel kebun sendiri 3,57% . Harga komoditas utama perseroan, yakni CPO dan karet mengalami peningkatan masing-masing sekitar 13% dan 41%.

“Itu semua yang mendukung kita mendapatkan laba bersih tahun ini. Kalau sesuai target di RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan) 2017, laba kita diproyeksikan Rp658 miliar. Tapi, sampai Oktober laba kita sudah Rp921 miliar dan diperkirakan akhir tahun mencapai Rp1,1 triliun,” papar Dasuki saat konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Hingga akhir tahun, Holding PTPN III memproyeksikan hasil penjualan bisa mencapai Rp37 triliun atau lebih tinggi 27,5% dari target RKAP 2017.

Direktur Manajemen Operasi & Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara Erwan Pelawi menyebut kenaikan hasil penjualan tersebut bisa disokong dari proyeksi produksi komoditas utama perusahaan. Hingga Oktober 2017, produksi CPO Holding PTPN III mencapai 1,9 juta ton dan ditargetkan menjadi 2,1 juta ton hingga akhir tahun ini. Produksi TBS perseroan tercatat 8,9 juta ton dengan luas area lahan 469 ribu hektare (ha) hingga akhir Oktober 2017. (Jes/E-1)

Komentar