Humaniora

Penerima Manfaat Bansos Nontunai Bertambah 4 Juta

Rabu, 15 November 2017 07:50 WIB Penulis:

ANTARA

PADA 2018 pemerintah menambah jumlah penerima manfaat bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga.

Hal itu dikemukakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa seusai menyaksikan pencairan bansos nontunai PKH dan bantuan pangan nontunai (BPNT) di Gedung Wanita, Bandar Lampung, kemarin.

“Dipastikan, 20 Januari semua rekening sudah diisi dan awal Februari bisa jalan,” kata Khofifah yang didampingi Gubernur Provinsi Lampung Muhammad Ridho Ficardo.

Lebih jauh Mensos menjelaskan kesiapan penyaluran bansos nontunai 2018. Kini tengah berlangsung proses personifikasi kartu keluarga sejahtera (KKS) yang nanti diterima penerima bansos.

Proses itu dimulai sejak awal November 2017 dan dilakukan Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Personifikasi ialah pencantuman nama dan data penerima bansos pada KKS. “PNRI melakukan proses personifikasi hingga 200 ribu kartu setiap hari. Kami harapkan 20 November selesai empat juta kartu tambahan untuk pencairan bansos,” ujar Mensos.

Agar proses pencairan bansos nontunai 2018 berjalan lancar dan tepat waktu, Kemensos harus memastikan pencairan bansos nontunai tahun ini tuntas November agar tidak menjadi ganjalan.

Khofifah menjelaskan para penerima manfaat PKH dapat mencairkan bansos empat kali setiap tahun, sedangkan pencairan BPNT dilakukan enam kali dalam satu tahun.

“Tahap pencairan bantuan pangan nontunai enam kali dan di top up (isi saldo rekening) setiap bulan nilai sebesar Rp110 ribu,” ungkap Khofifah.

Untuk Provinsi Lampung, pencairan bansos PKH sudah masuk tahap keempat. Terdapat 217.563 keluarga penerima manfaat PKH dengan total bantuan sekitar Rp411 miliar. Target perluasan PKH sebanyak total 315.296 penerima manfaat pada tahun mendatang.

“Tim dari Kementerian Sosial terus melakukan monitoring untuk memastikan semua program berjalan sesuai harapan. Saya titip kepada Gubernur Lampung untuk mengawal pencairan PKH agar layanan ini maksimal,” tandas Mensos. (Ind/X-3)

Komentar