Megapolitan

Putuskan Menutup Diskotek Diamond

Selasa, 14 November 2017 23:15 WIB Penulis: Sri Utami

Ist

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menutup Diskotek Diamond, Jakarta Barat.

Tempat hiburan tersebut terbukti menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Dalam sambutannya saat bertemu ulama di Balai Kota, Selasa (15/11), Anies menyatakan tidak kompromi untuk menindak berbagai praktik asusila.

"Kami serius mencegah narkoba. Jakarta tidak kompromi untuk praktik asusila, tidak ada tutup buka tutup buka. Tutup selesai. Saat di sana ditemukan narkoba maka tidak kami izinkan dibuka lagi," tegasnya.

Anies mengaku telah menerima laporan dari Kepala Satpol PP Yani Wahyu tentang tindak lanjut Diamond. Yani meminta petunjuk padanya terkait langkah-langkah yang harus dilakukan.

Selanjutnya Anies meminta untuk tetap menjalankan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan. Menurut data yang dia terima pengguna narkotika jumlahnya terus bertambah. Lebih dari 500 ribu pengguna narkotika 40% merupakan karyawan dan 20% berstatus pelajar.

"Ini informasi dari Kepala BNN Provinsi DKI yang saya terima," imbuhnya

Anies pun meminta setiap masyarakat waspada dan cermat memilih lingkungan bergaul, sekaligus menjaga tempat dan lingkungan dari narkotika.

"Pemerintah tidak akan tinggal diam, bila ada pelanggaran kami tindak. Tidak ada kompromi. Kami ingin semua keluarga dan orangtua tenang di tempat ini," tegasnya.

Sementara itu, Plt BPKAD DKI Jakarta Michael Rolandi tidak mau berkomentar terkait dampak pentupan tempat hiburan terhadap pendapatan daerah. "Saya tidak mau berkomentar tentang itu," tukasnya.

Diskotek Diamond sempat disegel usai penangkapan politikus Golkar Indra J Piliang dan dua rekannya yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Satpol PP DKI Jakarta saat ini masih menunggu hasil kajian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tentang penutupan Diamond. Yani Wahyu mengatakan akan mengambil tindakan apabila permasalahan tak kunjung diselesaikan. (OL-4)

Komentar