Polkam dan HAM

Akbar Tandjung Ketakutan Golkar 'Kiamat'

Selasa, 14 November 2017 20:56 WIB Penulis: Astri Novaria

ANTARA

STATUS tersangka yang kembali diterima Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat prihatin Akbar Tandjung. Tak hanya itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar itu juga mengaku khawatir terjadi kiamat bagi partainya.

Sebab, elektabilitas partainya terus menurun setelah Setya Novanto dikait-kaitkan dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e). "Saya juga tentu sangat prihatin, sangat sedih. Bukan saja prihatin sedih, tapi juga sangat khawatir, kalau tidak dikatakan takut," ujar Akbar di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/11).

Karena, kata Akbar, dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus KTP-e membuat elektabilitas Partai Golkar terus merosot. Apalagi, penurunan elektabilitas 'Beringin ' itu terjadi sejak awal era reformasi.

"Tren penurunan ini lah yang saya khawatirkan, bahkan saya takutkan, jangan sampai tren penurunan itu terus," papar mantan ketua DPR ini.

Informasi yang diterimanya bahwa elektabilitas Partai Golkar saat ini sekitar 7%. "Kalau tren penurunan itu terus 6%, 5%, bahkan kemudian bisa di bawah 4%. Kalau dia di bawah 4%, boleh dikatakan, ya dalam bahasa saya, bisa terjadi kiamat di Partai Golkar ini," imbuhnya.

Sebab, Partai Golkar terancam tidak memiliki wakil di DPR jika elektabilitasnya sekitar 4%. Padahal, tambah dia, Golkar selama ini di era Orde Baru selalu di atas 60%.

"Bahkan paling tidak Pemilu 1987, Pemilu 1997 di atas 70%. Bayangkan kalau sampai di bawah 4%, berarti tidak punya hak untuk mempunyai anggota di DPR. Wah ini yang saya takutkan," pungkasnya. (OL-3)

Komentar