Nusantara

Persiapan Unduh Mantu

Selasa, 14 November 2017 23:45 WIB Penulis: (PS/N-2)

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

PERSIAPAN acara unduh mantu anak Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dan Bobby Afif Nasution sudah mencapai 80%. Rangkaian acara akan berlangsung di Kota Medan, Sumatra Utara, 19-26 November. Awal acara hingga puncaknya akan digelar di rumah keluarga Bobby di Kompleks Bukit Hijau Regency. “Semua persiapan sudah mencapai 80%, sisanya 20% beres menjelang hari H,” ujar paman Bobby, Erwan Rozali Nasution, Selasa (14/11).

Juru bicara keluarga itu menambahkan hajatan akan dimulai dengan acara adat hingga puncaknya resepsi berlangsung pada 19-26 November. “Kami memulai dengan menyambut keluarga besan dari Solo pada tanggal 19 di rumah.” Selanjutnya ialah acara adat Mandailing yang disebut Manyantani, yakni menerima Bobby dan sang menantu Kahiyang. Acara puncak berupa resepsi yang akan digelar selama dua hari, 25-26 November, juga di rumah keluarga.

Erwan mengakui acara yang akan dilaksanakan di Medan tentu saja sangat berbeda dengan yang di Solo. “Kalau di Solo kan kental akan nuansa adat Jawa. Di Medan menggunakan adat Mandailing dari Tapanuli Selatan, di dalamnya ada gordang sambilan, kesenian tradisional yang menampilkan peranti kesenian khas suku Mandailing.” Keluarga besar Bobby akan memberikan nama marga Siregar kepada Kahiyang Ayu. Marga itu diberikan karena ibu kandung Bobby, Ade Hanifah, juga bermarga Siregar. Dihubungi terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan Ajun Komisaris Besar Muhammad Saleh mengaku sedang menyusun rencana rekayasa lalu lintas selama acara berlangsung. “Untuk saat ini belum bisa kami jelaskan rute pengalihan arusnya.”

Ia berencana menempatkan banyak personel di persimpangan untuk mengamankan jalur yang dilewati. Selain itu, Polrestabes Medan mendirikan beberapa posko. “Rapat koordinasi masih terus digelar dengan pihak terkait, di antaranya keluarga, TNI, dan Pemkot Medan. Berapa personel yang akan dilibatkan, kami belum sampai pada titik itu,” tambah Saleh.

Ia meminta warga Kota Medan memahami dan memaklumi pengalihan arus lalu lintas. Selain itu, warga akan terganggu oleh kemacetan lalu lintas akibat pengawalan terhadap keluarga Presiden Joko Widodo serta tamu VVIP. “Mereka harus dikawal, tapi ini bukan eksklusif. Pak Jokowi sebenarnya tidak mengharapkan pengawalan yang ketat dan itu ada suratnya, tapi kami harus memberi mereka kenyamanan dan keamanan,” tandas Saleh. (PS/N-2)

Komentar