Nusantara

Proyek Tol Manado-Bitung Lambat

Selasa, 14 November 2017 23:31 WIB Penulis: voucke lontaan voucke@mediaindonesia.com

ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basoeki Hadimoeljono kecewa dengan pelaksanaan pembangunan proyek tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara yang lambat. Terutama progres penimbunan tanah. “Progres pembangunan jalan tol Manado-Bitung sangat lambat pada penimbun-an tanah,” kata Menteri Basoeki ketika melakukan pe-ninjauan langsung di lokasi, Selasa (14/11). Basoeki juga mengkritik pihak kontraktor PT Hutama Karya yang sedang mengerjakan bagian proyek sepanjang 39,5 km tersebut. “Very low. Cara kerja kontraktor seperti ini, kalau di Jawa, kamu (kontraktor) sudah di kick off (ditendang),” tegas Basoeki.

Menurutnya, pekerjaan yang dihadapi para kontraktor jauh lebih mudah karena hanya menghadapi tanah, bukan bebatuan. Ia mendesak pekerjaan dipercepat dengan menambah eskavator dan truk. “Saya datang tinjau lagi nanti, harus sudah selesai,” imbuhnya.
Pembangunan tol Manado-Bitung dengan panjang 39,9 kilometer ini menelan anggaran Rp6,7 triliun. Masih terkait infrastruktur, di Sumatra Selatan selain ruas tol Palembang-Indralaya, saat ini juga sedang dibangun tol Pematang Panggang-Katu Agung (PPKA) dan tol Kayu Agung-Palembang-Kapal Betung (KAPB). Kedua ruas tol ini menjadi bagian dari Tol Trans-Sumatra dan ditargetkan dapat dimanfaatkan menjelang Asian Games dan Lebaran.

Tol PPKA memiliki panjang 77 kilometer, dan sudah dimulai pengerjaan pada 16 Juni 2017. Tenggat penyelesaian pada Agustus 2018. Sementara untuk tol KAPB memiliki panjang 111,69 kilometer, ditarget selesai pada Mei 2019. Kepala Divisi 6 PT Waskita Karya, Gunadi Soekardjo mengatakan pada pengerjaan tol PPKA, pemilik badan usaha jasa tol adalah PT Hutama Karya. Namun, Waskita Karya ditunjuk sebagai pelaksana pengerjaan dengan anggaran Rp13 triliun. Adapun tol KAPB dimiliki Badan Usaha Jalan Tol PT Sriwijaya Markmore Persada (PT Srimp) yang sahamnya diakuisisi PT Waskita Karya. Untuk pengelolaannya dipegang Waskita Tol Road dengan anggaran Rp9,9 triliun.

“Progres fisik untuk tol PPKA saat ini sudah 25,74% dan ditargetjan selesai pertengahan 2018, atau sebelum Asian Games berlangsung,” kata dia. Dalam pelaksanaannya di lapangan terdapat kendala berupa pembebasan tanah. Hingga saat ini dari 77 kilometer jalan tol, lahan yang sudah dibebaskan baru 57,9 kilometer atau sekitar 75,2%. Adapun sisanya 19,08 kilometer, atau 24,78% lagi masih menungggu proses pembebasan. “Lahan yang belum bebas itu per spot (titik). Kondisinya menyebar. Ada sebagian yang sudah masuk tahap pengadil-an dan sebagian lagi masihdimediasi pemda setempat,” kata dia.

Kawasan wisata
Pada bagian lain, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah di sekitar pariwisata, Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan membuka akses jalan baru menuju sejumlah objek wisata. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri menjelaskan sejumlah jalan yang tengah dibuka ialah jalan menuju Green Canyon dan Lingkar Loji.

Keduanya merupakan objek wisata terkenal di Karawang-an bagian selatan, yang merupakan daerah Pegunungan Sanggabuana. “Kami melihat ini merupakan potensi yang dapat meningkatkan PAD yang baik untuk daerah. Sehingga jalan di sana harus kita bangun dengan baik,” kata Acep kepada Media Indonesia, Senin (13/11). (DW/CS/N-3)

Komentar