Nusantara

Pajalai Komoditi Pangan Andalan Aceh

Selasa, 14 November 2017 20:06 WIB Penulis: Ferdian Ananda Majni

ANTARA

PEMERINTAH Aceh menargetkan capaian produksi padi sekitar 2,9 juta ton, jagung sekitar 249 ribu ton, dan kedelai 48 juta ton pada 2017.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Selasa (14/11), mengatakan padi, jagung, dan kedelai atau pajalai merupakan komoditi pangan andalan yang tertuang dalam perencanaan pertanian Pemerintah Aceh.

"Target ini tidak bisa dikatakan kecil, butuh kerja keras dan bantuan semua pihak. Oleh karena itu, saya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada lembaga pemberdayaan masyarakat Aceh (LPMA) yang menggagas kegiatan seminar pertanian dan penyerahan bantuan berupa bahan pertanian," kata Irwandi.

Gubernur yang lihai menerbangkan pesawat itu, menyebutkan bahwa kegiatan yang digagas oleh LPMA merupakan contoh penting bagaimana elemen masyarakat berperan aktif memperkuat sektor pertanian yang dikembangkan masyarakat.

"Dengan jaringan dan sumber daya yang ada, LPMA membangun kerja sama dengan berbagai lembaga guna menyalurkan bantuan kepada para petani di wilayah perdesaan. Hari ini, yang menjadi sasaran program ini adalah petani yang tinggal di Kecamatan Nisam," terangnya.

Ia juga mengimbau agar para penerima bantuan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu, para petani dituntut untuk kompak, saling bekerja sama, dan saling berbagi dalam menghadapi setiap masalah yang ada.

Irwandi meyakini, perhatian dari Dandim, camat, dan para 'keuchik' (kepala desa) juga efektif dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Nisam ini.

"Ini adalah proyek percontohan, maka para penerima bantuan harus menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya. Harus sukses karena jika gagal, maka lembaga pemberi bantuan akan ragu untuk membagi ilmu dan memberikan bantuan lanjutan," paparnya.

Sekitar 30% luas daratan Aceh merupakan kawasan pertanian dan perkebunan. Sementara itu, dari 5 juta penduduk Aceh, sebagian besar di antaranya tinggal di perdesaan dan sebagian besarnya petani.

"Sektor pertanian juga menyerap tenaga kerja terbesar di daerah ini, yakni hampir 35% dari jumlah angkatan kerja yang ada. Tidak heran jika kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Aceh di atas 30%, jauh melebihi sektor-sektor lainnya. Karena itu, pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Aceh," lanjut Irwandi.

Gubernur juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh LPMA dan Lembaga Peduli Aceh (LPA) ini sangat layak mendapat penghargaan. Bahkan, lembaga itu telah membuktikan kehadiran sejumlah organisasi dan lembaga swadaya masyarakat mampu berbuat nyata di tengah-tengah masyarakat.

"Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pengurus LPMA ini. Saya berharap LPMA terus meningkatkan dukungannya, sehingga semangat untuk mendukung kinerja pertanian di daerah ini bisa terus ditingkatkan," sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irwandi menjelaskan, bibit padi jenis IPB-8 yang hari ini dibagikan merupakan bibit unggul yang mampu menghasilkan gabah sebanyak 8 hingga 14 ton per hektare.

"Jika gabah dihargai Rp5 juta per ton, maka dalam satu hektare saja, para petani sudah menghasilkan uang sebanyak Rp70 juta, minimal 8 ton atau sebesar Rp40 juta," katanya.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, menjelaskan, luas lahan sawah di Aceh Utara mencapai 46 ribu hektare, tetapi hanya 36 ribu hektare yang produktif. Meski demikian, dengan perhatian dari Pemerintah Aceh dan sejumlah lembaga seperti LPMA dan LPA, pria yang akrab disapa Cek Mat itu meyakini Aceh Utara akan mampu menjelma menjadi Lumbung Pangan Aceh.

"Kami bertekad untuk menjadikan Aceh Utara sebagai lumbung pangan Aceh. Untuk mewujudkan hal ini, kami memohon bantuan dari Bapak Gubernur dan semua pihak termasuk LPMA dan LPA agar target tersebut dapat segera tercapai. Padi akan menjadi ikon baru Aceh Utara," pungkasnya.

Bantuan diserahkan oleh Gubernur Aceh bersama Bupati Aceh Utara dan Dwi Andreas Santoso, Wakil Rektor IPB Bogor, kepada tiga orang perwakilan masyarakat. Total penerima bantuan sebanyak 135 kepala keluarga. (OL-2)

Komentar