Nusantara

Anak Durhaka Hajar Ibu Kandung Hingga Babak Belur

Selasa, 14 November 2017 20:41 WIB Penulis:

Ilustrasi

ANGGOTA Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan menangkap Yose Rizal, 55, guru salah satu sekolah swasta di Kecamatan Lengkiti yang menganiaya ibu kandungnya.

"Pelaku kita tangkap karena tega menganiaya Sa'uning, 74, yang tinggal serumah di Jalan Garuda lintas Sumatera, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur," kata Kapolres OKU AKB NK Widayana Sulandari, Selasa (15/11).

Akibat dihajar si anak durhaka tersebut, ujar Kapolres, Sa'uning harus dilarikan ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja lantaran mengalami luka lebam dan bengkak di sejujur tubuhnya. Korban kemungkinan akan menjalani operasi pada bagian telinganya akibat dihajar secara membabi buta oleh anak kandungnya tersebut.

Kapolres mengungkapkan, penganiayaan dilakukan sejak Maret 2017 dan puncaknya 28 Oktober 2017 hanya karena sang ibu yang sudah renta kerap ngompol di tempat tidur. Bahkan dia menganggap ibunya itu kekanak-kanakan.

"Korban mengalami sejumlah luka lebam di kepala, pembengkakan di bagian telinga kanan dan bengkak pipi kiri dekat mata. Kabarnya telinga korban harus dioperasi," ungkap Kapolres.

Menurut dia, tersangka melakukan penganiayaan tersebut lantaran kesal dengan ibu kandungnya yang sering ngompol di tempat tidur. Pelaku selalu melampiaskan kekesalannya dengan memukul ibunya bila dianggap melakukan kesalahan.

Peristiwa ini terungkap setelah anak korban Widiya Fitri, 40, melaporkan ke Polres OKU. Ia menuturkan bersama saudara-saudaranya sering meminta kepada sang kakak mengizinkan mereka menjemput ibunya, tapi tak pernah dikabulkan.

"Bahkan jika mereka tetap nekad ingin membawa ibunya keluar dari rumah, justru pelaku makin kalap dan tidak segan mengeluarkan parang panjang. Pelaku juga menguasai uang pensiunan almarhum ayah mereka yang seharusnya diterima ibunya," papar Kapolres seperti dilansir Antara.

Sementara tersangka Yose Rizal membantah telah melakukan penganiayaan. Ia hanya kesal karena korban susah diatur terlebih lagi saat hendak buang air. (OL-4)

Komentar