Megapolitan

Sadis, Persekusi di Tangerang ternyata Disulut Ketua RT dan Ketua RW

Selasa, 14 November 2017 19:07 WIB Penulis: Sumantri

Ilustrasi

BEREDARNYA video dua pasangan muda mudi yang diarak dan ditelanjangi oleh beberapa warga Kampung Kadu RT 07/03, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten sempat menghebohkan masyarakat. Adegan persekusi berdurasi sekitar 53 detik itu direkam melalui telpon seluler dan menjadi viral di media sosial.

Merespons kejadian itu, petugas Polres Kota Tangerang pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Hasil dari penyelidikan, polisi menetapkan enam orang tersangka yang melakukan tindak kekerasan terhadap MA, 20, dan R, 28, pasangan kekasih yang dalam waktu dekat akan melanjutkan pernikahan.

Ironisnya lagi, tindakan persekusi dilakukan oleh apartur setempat, yaitu T selaku Ketua RT 07 dan G, Ketua RW 03 Kampung Kadu, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, beserta empat orang tetangga lainnya, A, S, N dan I.

"Setelah kami melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi, ternyata penyulut dari kasus persekusi ini adalah Ketua RT dan Ketua RW," kata Kapolres Kota Tangerang, Ajun Komisaris Besar, Sabilul Alif, Selasa (14/11).

Sabilul menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika M minta dibawakan makanan kepada R yang tidak lain calon suaminya. Beberapa saat R datang dan langsung masuk ke dalam kontrakan. Karena mereka sedang makan bersama, maka pintu kontrakan ditutup tanpa dikunci.

Begitu usai makan, MA masuk ke dalam kamar mandi untuk sikat gigi. Sementara R masih menunggu di ruang tamu. Saat itu juga datang T, Ketua RT setempat mendobrak pintu dan berteriak-teriak memanggil warga agar datang ke lokasi.

Melihat kejadian itu R dan M merasa bingung dan panik, karena dituduh melakukan tindak asusila di dalam kontrakan. "Mereka dipaksa untuk mengakui berbuat mesum," kata Sabilul Alif.

Karena mereka tetap berkukuh tidak melakukan perbuatan tersebut, warga yang tersulut emosi oleh ucapan T menelanjangi dan mengaraknya keliling kampung menuju rumah G, Ketua RW setempat.

Ditengah jalan, mereka berpapasan dengan Ketua RW tersebut. Namun yang terjadi, bukanlah pembelaan terhadap mereka, justru pengadilan jalanan yang di dapat. Selain ditelanjangi dan dipukuli juga di rekam dengan telpon seluler.

"Setelah mereka dilakukan tidak senonoh akhirnya dipulangkan ke rumahnya masing-masing,"' kata Sabilul Alif.

Dan akibat perbuatan itu, kata Sabilul Alif, MA dan R mengalami trauma yang cukup berat sehingga pihaknya memberikan pendampingan kejiwaan kepada korban. "Kami berikan konseling kepada kedua korban agar tidak mengalami trauma," kata Sabilul.

Dan karena MA di Kampung Kadu, Sukamulya tidak punya keluarga, kata Sabilul, sementara ia ditempat tinggalkan di rumah perlindungan milik polisi, di Polres Kota Tiga Raksa. Sedangkan R dipulangkan ke rumah orang tuanya. (X-12)

Komentar