Humaniora

Empat Paus Mati di Aceh Diduga Terkena Jamur

Selasa, 14 November 2017 14:56 WIB Penulis: MICOM

ANTARA FOTO/Ampelsa

TERDAMPARNYA puluhan ikan paus dalam kondisi sekarat di perariran Aceh mengundang perhatian banyak aktivis lingkungan. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan empat paus yang mati dari puluhan yang terdampar diduga akibat terkena jamur.

"Dugaan sementara, empat paus mati yang sebelumnya sempat terdampar di Aceh Besar terkena jamur di kulit dan mulut," kata Sapto di Aceh Besar, Selasa (14/11). Seperti diberitakan sebelumnya, empat dari 10 paus yang terdampar di Pantai Ujung Kareung, Gampong Durung, Kecamatan, Aceh Besar, ditemukan mati pada Selasa. Paus-paus
tersebut terdampar sejak Senin (13/11) pagi.

Sapto mengatakan, dugaan terkena jamur setelah tim BKSDA, tim ahli paus dari Bali, serta instansi terkait lainnya memeriksa kondisi bangkai empat ikan paus tersebut. Sapto menyebutkan, dugaan terkena jamur bisa dilihat di kulit dan mulut paus.

Jamur tersebut berulat ketika diperiksa. Jamur memengaruhi metabolisme paus, sehingga diduga menyebabkan kematian Namun, lanjut dia, untuk memastikan penyebab kematian empat paus tersebut, maka dilakukan otopsi. Otopsi dilakukan tim dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

"Penyebab kematian paus-paus tersebut belum bisa dipastikan. Kepastian menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim FKH Universitas Syiah Kuala," kata Sapto.

Menyangkut proses otopsi, Sapto mengatakan pihaknya terpaksa meminta bantuan alat berat yang digunakan menarik paus dari bibir pantai ke daratan.

"Kami terpaksa menariknya dengan alat berat. Sebab, berat paus diperkirakan mencapai 10 ton dengan panjang sembilan meter lebih," ungkap Sapto.

Sementara itu, Basri, ketua tim evakuasi paus terdampar di Aceh Besar, mengatakan, empat paus yang mati tersebut terpaksa di kubur di sekitar Pantai Ujung Kareung. Sebab, menenggelamkannya ke lautan terkendala dengan
peralatan.

"Prosedurnya, paus-paus yang mati tersebut ditenggelamkan di lautan. Namun karena terkendala alat, maka empat paus tersebut terpaksa dikubur," kata Basri yang juga Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan Lampulo Kementerian Kelautan dan Perikanan.(Ant/OL-3)

Komentar