Polkam dan HAM

Jaksa Jangan Sampai Ketinggalan Modus Kejahatan

Selasa, 14 November 2017 11:27 WIB Penulis: Gol/P-1

PUSPENKUM KEJAKSAAN AGUNG

BENTUK serta modus kejahatan semakin beragam, berubah-ubah, dan kerap mengikuti perkembangan teknologi.

Penegak hukum, termasuk jaksa, dituntut selalu meningkatkan kemampuan dan wawasan agar tidak ketinggalan zaman.

Hal itu dikemukakan Jaksa Agung HM Prasetyo ketika memberi amanat pada penutupan Pendidikan dan Pelatih-an Pembentukan Jaksa Angkatan LXXIV Gelombang II Tahun 2017 di Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta, kemarin.

"Seorang jaksa di masa sekarang ini juga dituntut harus mampu menangani masalah global dan berpandangan jauh ke depan. Namun, di saat yang sama juga tetap menjaga jati dirinya sebagai seorang abdi hukum yang peka dan arif dapat membaca, mencerna, memahami, dan mempersembahkan rasa keadilan bagi masyarakat," tutur Jaksa Agung.

Prasetyo juga menekankan agar penegak hukum menjadi pemecah persoalan, bukan justru melibatkan diri dalam tindak kriminal hingga penyalahgunaan wewenang.

Ia mengingatkan citra dan wibawa penegak hukum di mata masyarakat menurun.

Hal itu menjadi salah satu tantangan Korps Adhyaksa.

Para jaksa harus mampu memadupadankan beberapa aspek, profesionalitas dengan keteguhan sikap, serta menjunjung tinggi nilai integritas dan keluhuran hati nurani.

"Saudara-Saudara dituntut untuk kukuh membentengi diri terhadap berbagai kebiasaan dan budaya yang tidak mendukung berjalannya pene-gakkan hukum yang bersih dan bebas korupsi."

Seusai menyampaikan amanat, Jaksa Agung menyebut kekosongan posisi wakil jaksa agung akan segera terisi.

Pelantikan akan dilakukan dalam pekan ini.

Pendidikan dan pelatihan kali ini melibatkan 257 jaksa baru yang akan ditempatkan di berbagai wilayah di Tanah Air.

Komentar