Humaniora

Tim SMP Dulang Emas di Olimpiade Matematika

Selasa, 14 November 2017 07:45 WIB Penulis:

THINKSTOCK

TIM pelajar SMP Indonesia meraih 6 medali emas, 8 perak, dan 6 medali perunggu dalam ajang International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) Ke-8 di Davao, Filipina.

Kegiatan yang berlangsung 8 -12 November 2017 itu diikuti 172 peserta siswa-siswi SMP terbaik dari 16 negara,

"Kompetisi ITMO merupakan ajang bergengsi tingkat internasional yang digelar dua tahunan. Tingkat kesulitan soalnya tinggi dan membutuhkan penalaran kuat dalam pemecahan soal," kata Direktur Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Di sisi lain, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad, saat menerima tim ITMO, berpesan agar prestasi tersebut ke depannya dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi bangsa.

"Mereka siswa potensial yang harus terus dibina dan dikembangkan pada tingkat SMA dan perguruan tinggi agar bisa berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara di masa yang akan datang," tegas Hamid.

Lebih lanjut, Supriano menjelaskan Direktorat PSMP pada ITMO 2017 itu mengirimkan dua tim, terdiri atas 2 team leader, dua deputy leader, dan 8 peserta dari siswa peraih medali emas dan perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 di Pekanbaru, Riau.

Menurutnya, prestasi yang didulang tim Indonesia tak lepas dari peran Training Center ITMO 2017 yang dibina Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, Jawa Barat.

Klinik tersebut di bawah asuhan pelatih olimpiade nasional dan internasional yang dipimpin Raden Ridwan Hasan Saputra.

Pada pembinaan tahap pertama, jelasnya, 15 siswa dibina selama dua pekan. Kemudian dipilih delapan untuk maju ke pembinaan tahap kedua yang dibina selama empat pekan.

Kedelapan siswa itulah yang disiapkan mewakili Indonesia pada ITMO 2017.

"Dari 172 peserta itu dikelompokkan menjadi 43 tim, dan 84 siswa SD dikelompokkan menjadi 21 tim. Enam belas negara yang ikut antara lain Afsel, Bulgaria, Tiongkok, Filipina, India, Indonesia, Iran, dan Rusia," jelas Supriano. (Bay/X-7)

Komentar