Humaniora

Mendikbud Buka Kepak 2017

Selasa, 14 November 2017 07:16 WIB Penulis: Denny Parsaulian

ANTARA/R REKOTOMO

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka dan Pusat Pendidikan Dirgantara menggelar Kemah Penguatan Karakter untuk siswa SMA sebagai pelopor perubahan karakter bangsa, melalui Kepramukaan Siswa SMA (Kepak) 2017 yang kegiatannya berlangsung pada 12-17 November.

"Sebetulnya pendidikan karakter itu, ya pramuka ini. Pramuka ini adalah wahana pembentuk karakter siswa. Kalau pramukanya sudah terorganisasi dengan baik jadi tempat untuk melatih dan membentuk kepribadian para siswa, ya sudah. Sebenarnya selesai pendidikan karakter. Hanya memang perlu kita perkuat," kata Mendikbud Muhadjir Effendi saat membuka Kepak 2017 di Aula Cut Nyak Dhien, Bumi Perkemahan Cibubur, kemarin.

Turut hadir Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad, Direktur Pembinaan SMA Purwadi, dan Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Suharlan.

Menteri Muhadjir membawa peserta kembali ke masa saat pramuka masih disebut Gerakan Kepanduan.

Dulu, kisah Muhadjir, di zaman Bung Karno ada istilah 'holopis kuntul baris'.

Kuntul itu sejenis burung yang bergerombol.

"Jadi kuntul baris itu bukan kuntul yang baris, tapi kuntul terbang. Kalau kuntul terbang ramai-ramai, mereka bikin formasi. Yang paling depan itulah pandu," katanya.

Kemah pramuka

Pada kegiatan ini potensi siswa SMA akan diaktualisasikan agar menjadi manusia beriman.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kemah pramuka.

Pramuka sudah dianggarkan Kemendikbud dalam biaya operasional sekolah (BOS).

Sehingga materi pramuka penting untuk meningkatkan kepedulian siswa SMA terhadap pendidikan karakter.

Kepak 2017 diikuti 240 siswa dan 68 guru dari 34 provinsi.

"Setiap provinsi mengirim 6 siswa yang terdiri dari 3 putra dan 3 putri. Dan guru putra dan putri," lapor Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad dalam sambutannya.

"Semoga kegiatan ini dapat menjadi bekal para siswa menyongsong masa depan mereka untuk masa depan yang gemilang."

Selama 6 hari, jelas Hamid, kegiatan akan diisi dengan berbagai kegiatan pelatihan dan pendidikan dengan narasumber, tim pelatih, fasilitator, serta materi kemari-timan terpaut cinta bahari, penanggulangan narkoba, antisipasi radikalisme oleh BNPT, kepramukaan masa depan oleh Pusdiklatnas, pembekalan dari Direktorat Pembinaan SMA, game character, kewirausahaan terkait kedirgantaraan, pengenalan sejarah dan budaya, serta pentas seni daerah. Pada kesempatan ini, para peserta juga mengikuti Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD).

Wakil Ketua Kwarnas Bidang Bina Muda Budi Prajitno berharap mudah-mudahan kerja sama dengan Kemendikbud ini bisa terus berlangsung dan semakin erat serta baik dari waktu ke waktu. (H-5)

Komentar