Humaniora

Siswa Indonesia Dulang 6 Emas di Olimpiade Matematika Internasional

Senin, 13 November 2017 22:27 WIB Penulis: Syarief Oebaidillah

Ist

TIM Olimpiade Matematika Indonesia perwakilan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (PSMP) Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali mengukir prestasi internasional pada ajang International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) ke-8 yang berlangsung 8-12 November 2017, di Davao, Filipina.

Even yang diikuti 16 negara itu membuktikan kehebatan tim pelajar SMP Indonesia berkompetisi dengan meraih 6 medali emas, 8 medali perak, dan 6 medali perunggu.

"Kompetisi ITMO meraih capaian prestasi luar biasa bagi siswa SMP di kancah internasional. ITMO digelar dua tahunan merupakan even bergengsi tingkat internasional karena tingkat kesulitan soalnya yang tinggi yang membutuhkan penalaran kuat dalam pemecahan soalnya," kata Direktur PSMP Dikdasmen Kemendikbud, Supriano, saat mendampingi delegasi tim ITMO yang baru tiba dari Filipina, di Jakarta, Senin (13/11).

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad, kepada tim ITMO selain mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih, menyatakan para pelajar SMP berprestasi ini ke depan dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi bangsa.

"Mereka siswa potensial yang harus terus dibina dan dikembangkan pada tingkat SMA dan perguruan tinggi agar bisa berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara di masa yang akan datang," tegas Hamid.

Supriano menjelaskan, Direktorat PSMP pada ITMO 2017 mengirimkan dua tim yang terdiri atas dua team leader, dua deputy leader, dan delapan peserta yang berasal dari siswa peraih medali emas dan medali perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 di Pekanbaru, Riau.

Menurut dia, prestasi yang didulang tim Indonesia tak lepas dari peran Training Center ITMO 2017 dibina oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, Jawa Barat, di bawah asuhan pelatih Olimpiade Nasional dan Internasional Raden Ridwan Hasan Saputra.

Pada tahap pertama, sebanyak 15 siswa dibina selama dua pekan dan dipilih delapan orang untuk maju ke pembinaan tahap kedua. Kemudian ke delapan siswa ini dibina selama empat pekan untuk disiapkan mewakili Indonesia pada ajang ITMO 2017 di Davao, Filipina.

"Pembinaan oleh KPM bukan hanya bertumpu pada pembinaan akademik semata, tetapi juga team builiding seperti pembinaan spiritual, pendidikan akhlak dan karakter, pembinaan jasmani, dan rekreasi," ungkap Supriano.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kompetisi ITMO diikuti 172 peserta SMP yang dikelompokkan menjadi 43 tim dan 84 siswa Sekolah Dasar yang dikelompokkan menjadi 21 tim. Lomba ini diikuti siswa-siswi terbaik dari 16 negara yaitu Afrika Selatan, Bulgaria, China, Filipina, India, Indonesia, Iran, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Nepal, Rusia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. (OL-2)

Komentar