Olahraga

Hasil Imbang Bawa Swiss ke Rusia

Senin, 13 November 2017 12:32 WIB Penulis: Nurul Fadillah

AFP PHOTO / Fabrice COFFRINI

TIM nasional Swiss akhirnya dipastikan berlaga di Piala Dunia 2018. Kepastian tersebut diraih laskar La Nati -julukan Swiss- kala meraih hasil imbang atas Irlandia Utara 0-0 pada laga leg kedua babak play off Kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung di St. Jakob-Park kemarin.

Dengan demikian, Swiss unggul secara agregat 1-0 atas kemenangan mereka di leg pertama yang berlangsung pekan lalu. Sayangnya, kemenangan tersebut diwarnai dengan penalti kontroversial yang diberikan kepada La Nati tanpa alasan yang jelas.

Gelandang The Green and White Army -julukan Irlandia Utara- Corry Evans memblok tendangan lambung Xherdan Shaqiri dengan punggungnya. Tapi, wasit Romania, Ovidiu Hategan yang kala itu memimpin pertandingan menganggapnya sebagai handball sehingga memberikan hadiah penalti bagi punggawa Rossocrociati.

Bek kiri Ricardo Rodriguez yang menjadi eksekutor penalti berhasil memanfaatkannya dengan sempurna hingga menjadikannya gol kemenangan agregat bagi pasukan Vladimir Petkovic. Meskipun kemenangan tersebut kontroversial, punggawa The Green and White Army tetap gagal memanfaatkan momentum membalas kekalahan mereka di leg kedua.

Bahkan, The Green and White Army membiarkan tim tuan rumah mendominasi jalannya pertandingan terutama di babak pertama. Sejumlah peluang gol nyaris dibukukan melalui aksi Haris Haris Seferovic, Xherdan Shaqiri hingga Steven Zuber meskipun Michael McGovern masih mampu mengawal gawang tim tamu dengan sempurna.

Di babak kedua, pasukan Mchael O'Neill sejatinya memiliki momentum untuk mengejar ketertinggalan agregat mereka. Namun, permainan yang tidak berkembang dan kurang efektif sangat sulit menerobos pertahanan dari skuat La Nati.

Ini merupakan penampilan keempat La Nati secara beruntun di Piala Dunia sejak 2006 lalu dan yang ke-11 kalinya dalam sejarah turnamen.

Juru taktik La Nati, Vladimir Petkovic mengaku sangat puas dengan pencapaian timnya kali ini.

"Saya sangat puas dengan tim saya dan dengan apa yang sudah mereka dapatkan, tidak hanya hari ini karena ini sudah menjadi proses yang sangat panjang. Kami ingin pergi sejauh mungkin di laga final, dengan menghadapi pertandingan demi pertandingan, lawan demi lawan dan kami pastikan tidak akan ada batasan," ujar Petkovic.

Sementara itu, kegagalan ini memupus harapan Irlandia Utara berlaga di Piala Dunia tahun depan. The Green and White Army masih belum mampu tampil di babak utama sejak terakhir kali berpartisipasi pada edisi Piala Dunia 1986 silam.

Meskipun menerima kekalahan, O'Neill mengaku tetap kecewa dengan penalti kontroversial yang diberikan kepada timnya.

"Ini adalah momen yang menghancurkan tetapi juga sangat membanggakan. Kami telah berusaha dari kaki ke kaki dengan sisi yang sangat baik dan justru diputuskan dengan keputusan yang sangat buruk berupa hukuman penalti yang seharusnya tidak pernah dilakukan," ujarnya.

Peran Besar Pelatih

Tim nasional Kroasia menjadi tim ke-28 yang berhasil lolos ke Piala Dunia setelah swiss. Tim besutan Zlatko Dalic tersebut lolos ke Rusia berkat menang agregat 4-1 atas Yunani.

Meskipun hanya meraih hasil imbang 0-0 di laga leg kedua yang berlangsung di Karaiskakis Stadium kemarin, Kroasia tetap melangkah ke Rusia berkat raihan kemenangan 4-1 di leg pertama pekan lalu. Ajang Piala Dunia kali ini pun menjadi yang kelima bagi Kroasia.

Kapten Kroasia, Loka Modric mengaku sangat senang bisa tampil di Piala Dunia. Menurutnya, semua berkat peran besar Pelatih Dalic yang memimpin mereka selama babak kualifikasi.

"Pelatih Dalic melakukan pekerjaan yang fenomenal, saya ingin mengucapkan terima kasih kepadanya, karena berkat dia kami telah melakukan pekerjaan dnegan baik. Kroasia di atas segalanya dan yang terpenting kami bisa lolos ke Piala Dunia," pungkasnya. (AFP/AP/OL-7)

Komentar