Olahraga

Inasgoc Ingin Bergerak Cepat

Senin, 13 November 2017 03:01 WIB Penulis: Budi Ernanto

Ketua Inasgoc Erick Thohir . ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

PANITIA Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) memutuskan menetapkan secara sepihak nomor-nomor yang akan dipertandingkan pada multiajang tersebut. Dengan demikian, Inasgoc bisa segera menerbitkan buku panduan untuk para atlet dan ofisial.
Sebelumnya, Inasgoc baru memutuskan jumlahnya, yakni 462 nomor dari 40 cabang olahraga. "Kepastian nomor 99,99% karena cabang sambo belum pasti berapa nomornya. Mereka minta enam, tapi kami maunya lima. Kalau Minggu (12/11) tidak mau sepakat, kami tetapkan lima. Cabang kurash sudah pastikan dari tujuh nomor menjadi enam," kata Wakil Deputi 1 Inasgoc Joko Pramono kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (12/11).

Menurut Joko, sebenarnya urusan nomor pertandingan tidak akan jadi polemik seandainya Dewan Olimpiade Asia (OCA) tidak memasukkan cabang-cabang yang tidak ada di Olimpiade 2020. OCA punya kepentingan sehingga adanya cabang non-Olimpiade itu akan mengubah nomor cabang lain yang bagi Indonesia berpeluang mendatangkan medali. "OCA hanya punya kepentingan memasukkan cabang, bukan nomor. Bisa saja cabor yang mereka mau dipertandingkan, tapi nomor-nomornya harus sesuai mau kami. Seperti, tinju, federasi dunia mau turunkan jumlah nomor dari 13 menjadi 10. Artinya kami bisa kasih tiga nomor ke cabor lain."

Selain menghambat pembuatan buku panduan Asian Games, ketidakpastian nomor juga dapat mempengaruhi jadwal test event cabor terkait. Inasgoc, kata Joko, seandainya ada nomor yang belum pasti, tidak bisa menunda pencairan anggaran test event hingga tahun depan. Semua anggaran test event tahun ini yang nilainya Rp2 miliar per cabor harus digunakan paling lambat bulan depan.

Hampir rampung
Sementara itu, Ketua Inasgoc Erick Thohir mengaku puas dengan proses renovasi berbagai arena di Jakarta. Hal itu dikatakan Erick seusai meninjau berbagai arena Asian Games bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Minggu (12/11).. Menurut Erick, arena yang ada di GBK akan selesai direnovasi dan dibangun pada bulan depan. Beberapa sudah ada yang selesai, seperti kolam akuatik, lapangan hoki, dan lapangan panahan, serta sejumlah arena latihan. Selain mengunjungi arena, Erick dan Sandiaga membicarakan transportasi dan lalu lintas saat Asian Games berlangsung.

Erick berharap Pemprov DKI bisa memastikan kelancaran lalu lintas jalan Ibu Kota dengan rekayasa. Pada bagian lain, petenis Jawa Timur, M Rifqy Fitriadi, memborong gelar juara tunggal dan ganda pada test event Tennis Road to Asian Games 2018 di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Palembang, kemarin. Di final tunggal, Rifqy yang menempati posisi seeded keempat menepis perlawanan rekan sedaerahnya, Ari Fahresi 6-3 6-2. (DW/R-3)

Komentar