Jendela Buku

Belajar Hukum itu Asyik

Sabtu, 11 November 2017 03:01 WIB Penulis: Galih Agus Saputra

MI/Seno

INDONESIA memerlukan tenaga hukum yang berkarakter, disiplin, dan bermental tinggi serta berjiwa nasionalis.

"Sehingga pembangunan dan penegakan hukum di Indonesia akan sesuai dengan cita-cita mulia bangsa Indonesia," tulis Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla, dalam pengantar buku Profesi Hukum itu Asyik!.

Buku Profesi Hukum itu Asyik! merupakan antologi tulisan dari alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) angkatan 1992.

Dalam buku tersebut, ada 25 profesi hukum yang diulas. Tujuan utamanya menambah informasi, memperluas wawasan, dan memberikan perspektif yang berbeda mengenai beberapa profesi yang dapat ditekuni sebagai sarjana hukum.

Bagi alumni FHUI angkatan 1992, buku ini merupakan salah satu wujud nyata penerapan Tri Dharma perguruan tinggi.

"Inilah pengabdian kami kepada masyarakat. Kami memiliki tanggung jawab dalam membentuk dan mewujudkan generasi muda Indonesia yang cerdas, jujur, toleran, mandiri, dan berkarakter. Semua itu sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tersirat dalam Pancasila dan UUD 1945," tulis Kukuh Kamandoko Hadiwidjojo, selaku Ketua Panitia.

Buku Profesi Hukum itu Asyik! ditujukan pula untuk siswa SMA dan mahasiswa fakultas hukum pada umumnya.

Hal ini dilakukan karena mereka sering kali bertanya mengenai profesi atau pekerjaan apa yang hendak dilakoni setelah belajar di fakultas hukum.

"Banyak dari mereka beranggapan profesi hukum sangat terbatas pada hakim, pengacara, notaris, dan jaksa. Padahal tidak demikian. Buku ini diharapkan dapat menjadi acuan para siswa SMA dan mahasiswa fakultas hukum yang berminat untuk berkarier di bidang hukum," imbuh Kukuh.

Testimoni alumni

Buku Profesi Hukum itu Asyik! terbit pertama kali pada 2 November 2017. Peluncuran perdananya berlangsung di Gunung Agung Bookstore, Senayan City, lantai 4.

Pada saat itu pula, buku Profesi Hukum itu Asyik! dibedah.

Pembedahnya Tjut Riana Adhani, Ariyo Bimmo, dan Arfidea Dwi Saraswati.

Maman Suherman, atau yang akrab disapa Kang Maman turut diundang untuk mengomentari buku tersebut.

Baik Tjut Riana Adhani, Ariyo Bimmo, maupun Arfidea Dwi Saraswati ialah alumni FHUI.

Mereka berkontribusi atas penerbitan buku Profesi Hukum Itu Asyik!. Tjut Riana bertugas sebagai editor, sedangkan Ariyo Bimmo dan Arfidea Dwi menuliskan pengalaman masing-masing.

Tjut Riana lulus dari FHUI pada 1996 lalu dan memulai kariernya di industri perbankan.

Sementara itu, Ariyo Bimmo sekarang banyak menangani proyek perencanaan pembangunan yang berasal dari United States Agency for International (USAID), United Nations Development Programme (UNDP), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Sementara itu, Arfidea Dwi ialah pakar di bidang hukum pertambangan, energi, infrastruktur, perindustrian, pelayaran, dan penanaman modal.

Arfidea Dwi berpengalaman sebagai corporate lawyer pada 1997 dan pernah dinominasikan sebagai salah satu advokat terbaik oleh Who's Who Legal sejak 2009 hingga 2016.

Sejak awal tercetusnya ide, Tjoet Riana mengatakan buku Profesi Hukum itu Asyik! disusun untuk mengedukasi pembaca dengan cara yang ringan.

Karena itu, ia harus menghadapi dua tantangan kala mengedit tulisan.

Pertama, ia harus memilih 25 profesi hukum di saat profesi ini sebenarnya lebih dari jumlah tersebut.

Kedua, kawan seangkatannya punya kebiasaan menulis menggunakan bahasa yang terlalu serius (ilmiah -pen).

Maka dari itu, ia harus memikirkan bahasa yang mudah ditangkap pembaca.

"Akhirnya, gaya penulisan mereka tetap saya pertahankan. Tapi saya pikirkan juga tata bahasanya agar mudah diterima anak-anak SMA," kata Tjoet Riana.

Bagi Ariyo Bimmo, belajar hukum itu asyik karena para akademisi bisa mengambil spesialisasi di berbagai bidang.

Apalagi, dalam tatanan masyarakat yang demokratis, segala sesuatunya memiliki norma yang berkembang dan menjadi aturan.

Mulai dari ilmu pengetahuan alam, teknologi informasi, sampai kesejahteraan anak. Semuanya bisa diperhatikan.

"Hanya, yang perlu dan penting kita pikirkan ialah logika berpikir hukumnya. Logika berpikir hukum itulah yang dapat kita tempatkan di mana saja," imbuh Ariyo Bimmo.

Minat baca terendah

Profesi hukum juga asyik untuk mereka yang suka tantangan sekaligus pembosan.

Bahkan, profesi itu dapat menampung siapa saja, entah bagi mereka yang miliki sifat terbuka (ekstrover), maupun mereka yang memiliki sifat tertutup (introver). Kata Arfidea Dwi, profesi hukum itu sangat fleksibel.

"Kita akan bertemu dengan berbagai macam permasalahan baru, setiap hari, setiap jam, setiap saat," imbuhnya.

Apabila diamati menggunakan kacamata pengamat literasi, buku Profesi Hukum itu Asyik! telah memberikan kontribusi tersendiri untuk bangsa Indonesia.

Sebab, kata Kang Maman, dewasa ini Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan minat baca terendah di dunia.

Ia, yang memaparkan hasil survei dari UNESCO, kemudian mengatakan minat baca di Indonesia hanya 0,001%, atau kalau ada 1000 orang berkumpul, hanya 1 orang yang suka membaca.

"Tapi dari terbitnya buku ini kita juga jadi tahu kalau kita tidak hanya tidak suka membaca, tapi juga suka bikin buku. Begitu buku ini lahir, satu kontribusi untuk bangsa terlihat, dan semuanya jadi tahu kalau sejak ovum bertemu dengan sperma itu bukanlah produk cinta, melainkan produk hukum. Bahkan sampai kematian terjadi, semuanya memiliki konsekuensi hukum," katanya.

Adanya buku Profesi Hukum itu Asyik! dengan sendirinya telah memudahkan siswa dan mahasiswa yang tertarik pada profesi hukum.

Kini mereka tidak perlu banyak bicara lagi ketika ditanya soal masa depan.

"Cukup sodorkan buku ini saja ke mereka yang bertanya. Selesai," kata Kang Maman.

Akhirnya, buku Profesi Hukum itu Asyik! pun turut membuka cakrawala pengetahuan soal profesi hukum.

Cakrawala pengetahuan ini tidak hanya untuk mereka yang hendak mulai belajar hukum, tapi juga bagi mereka yang sudah ahli dalam profesi hukum juga.

"Ini artinya, perlu diketahui kita semua kalau persoalan dalam hukum itu tidak hanya satu, dua, tiga, atau empat kasus. Banyak sekali persoalan hukum di muka bumi ini. Temanya sangat beragam," imbuh Kang Maman.

(*/M-2)

_____________________________________

Judul: Profesi Hukum itu Asyik! Sarjana Hukum Bukan Sekadar

Pengacara & Hakim

Penulis: Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) 1992

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: November 2017

Tebal: 268 Halaman

Komentar