Megapolitan

Dihantui Korbannya, Pembunuh PRT Mengaku Tak Bisa Tidur

Rabu, 8 November 2017 16:03 WIB Penulis: Kisar Rajaguguk

Thinkstock

PEMBUNUH pembantu rumah tangga (PRT) Suwandi alias Wandi, mengaku dihantui arwah korbannya hingga dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Kisah itu diungkapkan Wandi setelah dibekuk dan kemudian ditahan di sel Polres Depok, kemarin. " Tadi malam saya didatangi arwah Syamsiah, 40. Korban datang untuk menangih uangnya yang dipinjamkan pada saya, " ungkap tersangka sembari menundukkan kepalanya, Rabu (8/11).

Buruh serabutan itu, mengaku sangat ketakutan karena selalu dihantui arwah korban yang dibunuh secara keji di kamarnya di lantai dua Perumahan Pesona Khayangan Mungul II Jalan Insinyur Haji Juanda, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, Kota Depok, Minggu (5/11) pukul 11. 00 WIB.

Polres Depok berhasil membekuk Wandi pada Senin (6/11) malam. " Wandi kami tangkap di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan," kata Kasat Reskrim Polres Depok Komisaris Putu Kholis Aryana.

Pelaku nekat membunuh korban karena terlibat cekcok mulut. Antara keduanya punya hutang piutang. "Pelaku dengan korban cekcok mulut karena korban, perempuan yang berprofesi sebai PRT itu, menagih hutang kepada pelaku," katanya.

Pembunuhan itu kata Putu, bermula ketika keduanya janjian untuk bertemu, Minggu (5/11). Saat itu pelaku dihubungi oleh korban untuk datang ke rumah majikan Syamsiah di Perumahan Pesona Khayangan, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukma Jaya.

Setelah sampai lokasi ternyata korban belum ada setelah itu pelaku keluar lagi dan tidak lama kemudian datang lagi sesaat setelah korban datang dari pasar. "Kemudian pelaku masuk ke dalam rumah dengan dibukakan oleh korban," ujar Putu.

Di dalam rumah majikan korban, antara pelaku dan korban sempat berhubungan badan di kamar korban lantai dua. Usai berhubungan badan antara keduanya terjadi cekcok mulut. " Korban menagih utang kepada pelaku, kemudian cekcok dan pelaku langsung membekap mulut korban," paparnya.

Pelaku membekap dengan menggunakan baju miliknya yang dipakai. Korban sempat melawan dan berteriak. Korban berusaha melepaskan tangan pelaku dengan menendang lemari pakaian dan terjatuh. Setelah itu pelaku melihat gunting yang terjatuh dari laci kemudian diambilnya dan langsung ditusukkan ke korban. "Pelaku menusuk sebanyak dua kali dan mengenai bagian perut bawah," ujar Putu.

Setelah itu pelaku membekap mulut korban sambil menekan leher sampai korban tidak bernafas. Pelaku kemudian mengambil barang milik korban yaitu dua handphone. "Pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor," tukasnya.

Dari hasil otopsi didapatkan ada luka di sejumlah tubuh korban . Antara lain patah tulang di bagian leher, luka di bagian mata, bibir, wajah. Kemudian terdapat kekerasan benda tumpul di leher yang mengakibatkan korban mati lemas. "Kasus ini biasa ditemukan pembunuhan dengan modus jerat," papar Putu.

Putu menjelaskan di lokasi kejadian pihaknya menemukan sejumlah barang bukti berupa gunting dan terdapat pula sidik jari pelaku. "Sidik jari yang diduga pelaku saat ini sedang didalami tim identifikasi Polres Depok dan masih diproses kemudian dicocokan dengan ciri-ciri fisik terduga pelaku yang terekam CCTV," tukas Putu. (OL-3)

Komentar