Pesona

Di Antara Keindahan Langit

Ahad, 5 November 2017 05:01 WIB Penulis: Bintang Krisanti

MI/Adam Dwi

ATRAKTIF, sporty, sekaligus playful begitulah koleksi Hannie Hananto yang tampil di Jakarta Fashion Week 2018, Kamis (26/10). Busana-busana itu didominasi motif garis merah-putih ditambah aksen diagonal garis biru di atasnya atau ada pula yang memiliki aksen motif balon udara.

Tidak cukup dengan itu, Hannie juga menampilkan gaya tumpuk. Misalnya terusan rajut tanpa lengan bermotif merah-putih tadi yang dipadankan dengan jaket putih dan celana panjang merah di bagian dalamnya. Menguatkan kesan sporty, ada pula elemen manset lengan bergaris putih biru yang dikenakan di atas kemeja.

Aviation blue, demikian tema yang disematkan Hannie dalam koleksinya. Tema itu terinspirasi oleh wisata balon udara yang sangat terkenal di Cappadocia, Turki. Motif garis banyak menghiasi balon udara itu. "Warna yang di pakai untuk koleksi busana ini diadaptasi oleh warna pada balon udara Cappadocia, tapi tetap ada sentuhan hitam putihnya", Ujar Hannie soal sentuhan monokrom merupakan ciri khas rancangannya.

Tidak hanya satu inspirasi, Hannie mengambil nuansa baju pramugari Pan Am (Penerbangan Amerika 1960-an). Selain itu, sentuhan bordir bernuansa biru langit dihadirkan dalam potongan busana bersiluet H dan A.

Busana Syari

Selain Hannie Hananto, di peragaan yang mengambil tajuk Embroidery Sky itu juga tampil karya dari Lina Sukijo dan Anggia Mawardi. Lina dan Anggia menawarkan busana muslim dengan siluet longgar. Khusus pada koleksi Lina, juga disuguhkan kerudung syari.

Kedua desainer itu menampilkan keindahan langit dengan dominasi nuansa biru muda.

"Saya masih bermain di rancangan busana syari gaya glamor. Tema itu juga menjelaskan tema romantik pada desain saya. Saya terinspirasi dari gaya-gaya berbusana wanita Inggris abad 18, berupa dress yang banyak menggunakan layer-layer, maka saya mencoba memadukan itu pada busana syari," terang Lina.

Rancangan busana syari tersebut dikombinasikan dengan sentuhan modern. Lebih spesifiknya lagi Lina akan menambah bordir, bunga, manik hingga hiasan berupa bulu burung dengan dua pilihan warna yang dipilih, biru langit, dan biru navi.

"Selain lebih berkesan modern dan romantik, saya juga ingin memperlihatkan sisi naturalnya dengan menambah bulu burung pada bagian detailnya saja. Agar terkesan alami dan sepadan dengan biru seperti warna langit, tapi enggak semua desain saya tambahkan," tambahnya.

Lina mengaku untuk kombinasi warna dan bulu burung mendapat inspirasi tersebut karena melihat langit dan warna yang bergelombang. Untuk pemilihan bahan Lina memilih menggunakan bahan cerruty. Bahan ini terbilang pas untuk desain busa-busana syari. Sementara itu, Anggia Mawardi yang menghadirkan koleksi busana muslim dengan nuansa yang sama. Hannie menghadirkan koleksi bernuansa nude, pastel, girly.

Anggia mengartikan sebagai suatu proses perubahan nilai diri ke arah yang lebih baik dan pendewasaan diri terhadap proses kehidupan. Kesan manja dan anggun dihadirkan dengan taburan mawar yang dibordir secara halus. Penggunaan kain tradisional berupa tenun garut dan batik cap kombinasi tulis dari Cirebon yang dituangkan pada tiga jenis kain, yaitu katun, sifon, dan tenun. (M-3)

Komentar