Nusantara

Tiga Terdakwa Narkoba Divonis Hukuman Mati di PN Pekanbaru

Kamis, 2 November 2017 21:49 WIB Penulis: Antara

ANTARA

MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, Riau, memvonis mati tiga terdakwa pidana narkotika dan obat-obatan terlarang jenis sabu sebanyak 5 kilogram dan 1.599 butir pil ekstasi.

"Menyatakan perbuatan terdakwa sah dan meyakinkan melakukan pidana pemufakatan jahat narkotika. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa, pidana mati," kata Hakim Ketua Toni Irfan membacakan vonis untuk terdakwa Ramli di Pekanbaru, Kamis (2/11).

Dua terdakwa lainnya, Suripto dan Hariyanto alias Pau Pau, juga divonis mati dalam sidang terpisah pada Kamis ini juga. Pertama sebagai Hakim Ketua Sorta Ria Mega dan terdakwa kedua dengan Hakim Ketua juga Toni Irfan.

Atas putusan tersebut masing-masing terdakwa menyatakan pikir-pikir. Dalam perkara yang diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau awal Maret 2017 lalu ini ada tujuh terdakwa. Empat terdakwa lainnya juga disidang secara maraton oleh tiga hakim Toni Irfan, Sorta Ria Mega, dan Abdul Aziz.

Putusannya untuk terdakwa Chairul, Anton, dan Ariyanto penjara 20 tahun dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan penjara. Satu lagi Agung divonis 15 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan penjara. Keempatnya menyatakan banding.

Hal memberatkan perbuatan mereka karena bertentangan dengan upaya pemerintah memberantas narkoba, merusak generasi muda, dan dilakukan berulang-ulang. Sedangkan hal yang meringankan tidak ada.

Kasus ini berawal dari penangkapan pertama terhadap Suripto dan Pau Pau di Kandis, Kabupaten Siak atau di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri usai menjemput narkoba dari Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Pau Pau merupakan sopir, sementara Suripto merupakan otak pelaku narkotika tersebut yang diketahui sebagai bandar di Pekanbaru.

Saat ditangkap mereka mencoba kabur hingga terpaksa dilumpuhkan. Dari penggeledahan yang dilakukan, ditemukan enam bungkus berisi sabu terdiri atas empat bungkus 1 kg dan dua bungkus 0,5 kg serta 1.599 butir pil ekstasi. Barang itu akan diberikan kepada lima terdakwa lain yang berprofesi sebagai kurir.

Total 5 kg sabu tersebut rencananya akan dijemput Agung dan Ramli yang sudah menunggu di Pekanbaru. Diketahui ternyata Ramli yang memesan barang tersebut ke Malaysia dan meminta Suripto dan Pau Pau menjemput di Pulau Rupat.

Dari Pekanbaru, rencananya akan dibawa ke Jambi sebanyak 4 kg, sedangkan 1 kg sabu lainnya akan dijemput Agung dan Chairuddin untuk dibawa ke Lampung. Sementara ribuan butir pil ekstasi akan diambil oleh Ariyanto untuk dibawa ke Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. (OL-2)

Komentar