Features

Hari Asuransi, Semangat di Tengah Tantangan Perlambatan

Selasa, 31 October 2017 23:39 WIB Penulis: Iis Zatnika

MI/Iis Zatnika

MARI berasuransi, beramai-ramai memborong sedikitnya 10.000 ribu polis asuransi yang akan dijual pada rangkaian peringatan Hari Asuransi pada Minggu (10/12) di Padang, Sumatera Barat. Edukasi pentingnya asuransi juga akan diselebrasi di jalanan, tak kurang 15 ribu pelari akan beraksi dalam InsuRUN 5 dan 10 km.

"Dalam lomba lari ini, akan ada penjualan asuransi kecelakaan diri terbanyak dalam satu hari untuk memecahkan rekor MURI. Ad apula InsuRUN di kategiri 10 k untuk memecahkan rekor 29,24 menit bagi [utra dan 34,24 menit untuk puteri dengan hadoah dua unit mobil HRV," kata Wahyu Wibowo, Ketua Panitia Hari Asuransi 2017 dalam jumpa media di kantor Dewan Asuransi Indonesia di Jakarta, Selasa (17/10).

Wahyu menjelaskan, 18 Oktober diperingati sebagai hari asuransi. Rangkaian peringatan yang difokuskan pada edukasi dan peningkatan inklusi atau askes masyarakat terhadap sektor jasa keuangan, akan digelar hingga Desember di berbagai kota.

"Namun, puncaknya kami lakukan di Padang, yang tingkat pertumbuhan literasi asuransinya cukup besar serta memiliki banyak UKM dan industri kreatif yang membutuhkan asuransi. Tema tahun ini, Indonesia Berasuransi, Cerdas, Sejahtera, Mandiri," kata Wahyu.

Hasil riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016 menyatakan, indeks inklusi keuangan baru mencapai 67,82%. Targetnya, pada akhir 2019 bisa dipacu hingga mencapai 75%.

"Salah satu kuncinya, industri perasuransian berpartisipasi aktif mengedukasi, termasuk dengan acara Hari Asuransi ini," Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan, Otoritas Jasa Keuangan, Ahmad Nasrullah.

Penetrasi industri asuransi di Indonesia sendiri, kata Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Hendrisman Rahim, baru mencapai 2,8% terhadap total produk domestik bruto (PDB) sehingga berada di urutan 32 di dunia. Sehingga, industri asuransi harus mengejar negara-negara tetangga seperti Malaysia yang sudah mencapai 4% dan Singapura 5%.

Hendrisman mengaku pihaknya optimistis target itu bisa diraih, dengan pertumbuhan rerata 10% hingga 30% pada 2017 di semua sektor asuransi. Tahun ini, diakui berbagai tantangan dihadapi industri asuransi, sektor syariah disebut mengalami kondisi terendah, dari lazimnya tumbuh 18% hingga 22% per tahun, pada semester satu 2017 baru mencapai 4,5%. Penurunan juga terjadi di sektor properti yang angkanya mencapai 7%. Kendati begitu, industri kendaraan maish tumbuh hingga 10%.

"Tapi kami optimistis, masih ada waktu dua bulan ini untuk mengejar target," ujar Hendrisman. (OL-6)

Komentar