Features

Presiden Berbaur Bersama Anak-Anak Muda Zaman Now

Sabtu, 28 October 2017 22:24 WIB Penulis: Astri Novaria

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

ADA yang berbeda di Istana Bogor, Sabtu (28/10) pagi. Kompleks Istana Kepresidenan yang biasanya tampil kaku, mendadak berubah menjadi tempat berkumpul yang asyik dan menyenangkan bergaya khas anak muda.

Ratusan pemuda dengan beragam profesi, mulai dari pelajar, mahasiswa, vlogger, olahragawan, enterpreneur, hingga seniman berkumpul dalam perayaan Sumpah Pemuda yang bertajuk 'Kita Tidak Sama, Kita Kerja Sama'.

Kursi bantal aneka warna yang sengaja diletakkan di halaman Istana Kepresidenan Bogor, membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak muda bebas duduk, selonjoran atau berbaring santai menikmati suasana pagi yang sejuk di Istana sambil menikmati sajian musik dari Barasuara dan musisi lainnya.

Mereka yang datang juga bebas menikmati sajian kuliner yang ada. Sebanyak delapan kendaraan dimodifikasi menjadi dapur berjalan, parkir di sisi jalan taman yang mengarah ke Kebun Raya Bogor. Ada banyak jenis makanan atau minuman yang dijual seperti dim sum, jus, kebab, hingga kopi.

Presiden RI Joko Widodo yang hadir mengenakan pakaian santai berupa kaus berkerah putih berlengan panjang yang sedikit digulung serta celana jeans warna biru, tampak menyempatkan diri berbaur dan berdialog dengan anak-anak muda di sana.

Mantan Wali Kota Solo itu pun turut mencicipi makanan saat berkunjung ke stand Dimsum Ing. Presiden memuji konsep kaki lima modern tersebut. Menurutnya, konsep food truck merupakan inovasi yang dapat dilakukan pedagang kaki lima dalam menjual makanan.

Lantaran konsep food truck masih terbilang mahal, maka menurut Presiden butuh perhatian pemerintah untuk turun tangan. Ia menilai inovasi sistem penjualan itu dapat mulai dikembangkan di wilayah DKI Jakarta.

"Seharusnya seperti ini, dari gerobak menuju ke sini. Yang paling penting itu, higienis dan dilihat levelnya naiklah. UMKM kita harusnya dibantu begini. Saya kira DKI, dipersiapkan dari APBD," ujar Presiden.

Bahkan, meski hanya sebentar namun Presiden menyempatkan bermain bulutangkis dengan atlet nasional. Ia berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sedangkan lawannya, Marcus Fernaldi berpasangan dengan Gregoria Mariska.

Presiden juga mengunjungi stan alat musik. Di stan itu ia mengambil salah satu gitar hitam yang terpajang dan mulai memetik dawai-dawai gitar. Setelah puas memainkan gitar selama 5 menit, Presiden menjajal rasanya duduk di motor custom buatan anak negeri. Setelah puas menjajal motor bermerk Chopperland dengan mesin Royal Enfield 350 cc itu, Presiden kemudian berjalan ke stan lain.

Ia mencoba jaket dan kacamata hitam yang juga buatan anak negeri. Tak berselang lama, ia kemudian beranjak ke arena memanah. Presiden pun unjuk kebolehan memanahnya di arena itu. Ia sempat meminta ada pengunjung acara yang berkenan ikut memanah bersamanya. Salah satu Taruna AL Sermatutar Rahmatsyah Adi Saputra, memberanikan diri memenuhi ajakan Jokowi.

Presiden terlihat sempat terlebih dulu mengajari Rahmatsyah. Sayangnya, busur Rahmatsyah tidak mengenai target, melainkan menancap di batang pohon yang ada di belakang papan target panahan.

Adapun peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung formal. Pada 2016, misalnya. Peringatan Hari Sumpah Pemuda dilangsungkan di Istana Negara dan dihadiri pejabat negara serta mantan pemimpin negara.

Tahun ini Hari Sumpah Pemuda berlangsung cair dan tak diwarnai seremonial formal. Para peserta yang datang juga memiliki banyak kesempatan untuk mengobrol, menyapa dan berfoto dengan Presiden Jokowi.

"Bapak Presiden ingin dalam Hari Sumpah Pemuda tahun ini kita harus mendengarkan apa yang anak muda mau. Bukan merayakan. Tapi memfasilitasi para pemuda. Pemuda maunya begini, dan Presiden menyambut. Itu saja sebetulnya. Pemuda ini semacam memberi komitmen baru kepada Sumpah Pemuda bukan hanya memperingati," ungkap Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

Triawan menegaskan, konsep acara semua dibuat oleh anak muda. Bekraf hanya memfasilitasi saja tempatnya. Jadilah konsep acara ala tempat nongkrong. Triawan mengatakan, Presiden menyukai hal itu. "Iya, Pak Presiden suka sekali," ujar Triawan.

Sementara Menpora Imam Nahrawi melihat konsep acara tersebut sangat menarik. Dia bahkan mengutip istilah yang kerap digunakan generasi milenial, yakni 'zaman now'.

"Ini yang saya namakan zaman now, ya. Semua kumpul di sini dari semua latar belakang. Perbedaan tidak akan menyulitkan kita untuk bekerja bersama," pungkasnya. (OL-4)

Komentar