Polkam dan HAM

Pimpinan DPR Curiga Ada Motif Lain Di Balik Penolakan Jenderal Gatot

Senin, 23 October 2017 17:08 WIB Penulis: Astri Novaria

MI/Susanto

WAKIL Ketua DPR RI dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah meminta agar penolakan Amerika Serikat terhadap kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke negeri Paman Sam tidak dianggap sepele. Menurutnya, mustahil bila Panglima TNI ditolak lantaran karena koordinasi yang buruk di AS. Ia menduga AS pasti memiliki agenda tersembunyi atas penolakan itu.

"Ini jangan dianggap sederhana, karena kalau kita anggap sederhana, masak sih Panglima TNI diundang oleh Amerika, diundang resmi, terus kita bisa bilang sistemnya Amerika misalnya koordinasinya jelek kan mustahil. Sebab kita tahu Amerika ini kadang-kadang dia punya mau, menjelang-menjelang peristiwa politik, tahun politik dia biasa punya mau," ujar Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (23/10).

Adapun, Panglima Gatot diundang dari Pangab Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Dunford Jr untuk menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization (VEOs).

"Ini kan beetwen military and military kan? militer itu kan sangat disiplin, tidak mungkin lah administrasi militer Amerika pentagon yang begitu hebat itu bisa kecolongan begitu lho. Jadi ya kita juga waspada, apa maksudnya gitu. Pasti ada masalah lain," tandasnya.

Oleh karena itu, Fahri mengusulkan agar pemerintah Indonesia melakukan investigasi terkait penolakan Gatot ke AS. Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi diminta tak puas dengan hanya menerima klarifikasi dari Kedubes AS. Tetapi harus mendapat penjelasan dari Menteri Luar Negeri AS.

"Menteri Luar Negeri harus melakukan investigasi lebih jauh. Kita kan juga tidak mau insiden itu terjadi pada pejabat-pejabat yang lain, apalagi ini pejabat militer. Kementerian luar negeri tidak boleh mudah puas atas keterangan pemerintah Amerika Serikat yang telah melakukan tindakan yang mengganggu sekali hubungan dua negara," pungkasnya. (OL-3)

Komentar