Megapolitan

Polsek Koja Bilang Cari Saja di Panti Sosial

Senin, 23 October 2017 03:45 WIB Penulis:

Ilustrasi

ORANGTUA mana yang tidak kecewa saat melaporkan dugaan penculikan anaknya ke kantor polisi, tetapi petugas hanya mencatat kemudian menyarankan orangtua korban agar mendatangi Panti Sosial Asuh Anak Cipayung, Jakarta Timur, untuk mengecek keberadaan anaknya?

Kekecewaan itu dialami Siti Khodijah, 30, warga Jalan Mawar, RT06/11, Tugu Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ia sungguh kecewa dengan lambatnya respons kepolisian dan mengalihkan masalah ke dinas sosial.

"Katanya polisi sudah berubah, Kapolrinya muda dan tanggap, ternyata sama saja," sesal Khodijah.

Peristiwa berawal pada Selasa (17/10) sore hari saat ia tengah sibuk membersihkan rumahnya yang sempat dilanda banjir.

Hari berangsur gelap, Khodijah dan suaminya waswas lantaran hari sudah gelap dan kembali turun hujan, tetapi anak mereka yang bernama Siti Fatimah, 13, belum kunjung kembali ke rumah.

Sejak siang, Fatimah pamit kepada kedua orangtuanya untuk bermain bersama teman-temannya.

Beberapa teman Fatimah coba ditanyai soal keberadaan anak mereka.

Hingga pada akhirnya, ia merasa terkejut oleh cerita salah satu teman Fatimah yang mengaku melihat korban dibawa paksa oleh dua orang tak dikenal dengan menggunakan sepeda motor tidak jauh dari rumahnya.

"Nurul (teman Fatimah) bilang pas lagi main ada dua laki-laki naik motor, terus anak saya disuruh ikut. Fatimah menolak, tapi kata Nurul anak saya dipukuli tangannya sambil diseret sampai naik ke motor," ungkapnya mengulang cerita Nurul.

Mendengar cerita itu, mereka bergegas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Koja. Saat itu, laporan memang dicatat petugas.

Lalu, Khodijah diminta petugas untuk kembali ke rumah dan menunggu kabar selanjutnya dari petugas.

Lantaran terus diselimuti rasa cemas, ia beberapa kali mendatangi Polsek Koja mencari perkembangan.

Namun, jawaban yang sama kembali diberikan petugas supaya orangtua korban menunggu kabar apabila ada perkembangan.

Hingga tiga hari pascamenghilangnya Fatimah, Khodijah kembali mendatangi kantor polisi.

Saat itu, petugas justru mengarahkan orangtua korban supaya mendatangi Panti Sosial Asuh Anak Cipayung, Jakarta Timur, untuk mengecek keberadaan anaknya.

"Sudah tiga hari dari polisi enggak ada kabar. Jawabannya masih terus dicari, itu juga saya harus datang dulu ke kantor polisi. Polisi menyarankan saya cari di panti sosial," kata Khodijah.

Karena itu, jelas Khodijah, ia dan suaminya mendatangi Dinas Sosial DKI Jakarta melaporkan kasus dugaan penculikan anaknya.

Mendapat laporan itu, petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial DKI Jakarta berjanji siap membantu Khodijah mencari keberadaan anaknya.

Sebagai langkah awal, petugas Dinas Sosial DKI Jakarta langsung menyebar foto siswi kelas VI SDN 03 Tugu Utara ke jajarannya di lima wilayah administratif kota serta media sosial.

"Kalau anaknya telantar dan masih di Jakarta pasti bisa ditemukan petugas P3S. Namun, kalau sudah di luar daerah akan sulit melacaknya," ungkap Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Dinas Sosial DKI Jakarta Miftahul Huda. : (Deni Aryanto/J-3)

Komentar