Megapolitan

November, Titik Kumpul Ojek Daring Diberlakukan

Senin, 23 October 2017 03:30 WIB Penulis:

MI/Arya Manggala

PEMERINTAH Kota Bekasi menetapkan 20 titik kumpul sementara bagi para pengemudi ojek daring.

Dijadwalkan, mulai 1 November 2017, para pengemudi ojek daring dilarang mangkal di titik-titik terlarang.

Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana saat dihubungi, akhir pekan lalu.

Rencana itu, diakui Yayan, sudah disampaikan melalui paguyuban ojek daring yang tergabung dalam Forum Komunikasi Bekasi Bersatu (FKBB), Kamis (19/10) lalu.

Selain menentukan titik mangkal, Pemkot Bekasi menetapkan beberapa tempat yang dilarang untuk mangkal pengendara ojek daring, di antaranya bahu jalan, trotoar, stasiun, dan pusat perbelanjaan.

"Respons mereka postif, tapi kami harus sediakan tempat untuk menunggu pesanan mereka masuk di aplikasi," ujar Yayan.

Yayan menjelaskan 20 titik kumpul sementara ini akan tersebar di delapan objek, yaitu Stasiun Bekasi, Mega Bekasi City dan Tol Bekasi Barat, Metropolitan Mall dan Bekasi Cyber Park (BCP), Pekayon, Tol Bekasi Timur, Bulak Kapal, Stasiun Kranji dan Stasiun Bekasi Timur.

Penentuan titik kumpul ojek daring, kata Yayan, bertujuan mengurai kepadatan kendaraan akibat ojek daring yang mengetem di ruas jalan protokol seperti Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Sudirman, dan Jalan Ir H Djuanda.

Kehadiran mereka pun dianggap merusak estetika kota.

Berdasarkan catatannya, sekitar 3.200 pengemudi ojek daring rutin beroperasi di Kota Bekasi.

Di lapangan, jumlahnya bisa lebih besar. Banyak pengemudi ojek daring dari Kabupaten Bekasi, DKI Jakarta, dan Kabupaten Bogor lalu lalang di Kota Bekasi.

Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi M Harun Al Rasyid mengatakan, di tahap pertama, penegakan aturan itu harus mencegah para pengemudi agar tidak parkir di badan jalan atau trotoar. Pemerintah sudah menyediakan kantong titik kumpul.

Bila para ojek daring itu masih mangkal sembarangan di jalan protokol, dinas terkait akan menindak tegas.

Pemerintah akan menggandeng pihak kepolisian untuk menilang mereka karena dianggap membuat lalu lintas di jalan setempat karut-marut. (Gan/J-3)

Komentar