Megapolitan

Peran Sandiaga Didalami Dari Tersangka Penggelapan Tanah

Sabtu, 21 October 2017 22:43 WIB Penulis: Sri Utami

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan menelusuri peran Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam kasus dugaan penggelapan tanah di Tangerang Selatan.

Melalui keterangan rekan bisnis Sandiaga, Andreas Tjahjadi yang telah ditetapkan menjadi tersangka, penyidik akan mengetahui peran keduanya terkait penjualan tanah senilai Rp12 miliar tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menerangkan, pihaknya membutuhkan keterangan tersangka untuk mengetahui peran wakil kepala daerah tersebut dalam kasus ini.

"Proses masih berjalan. Kami panggil tersangka dan pasti akan datang," ujarnya di Jakarta, Sabtu (21/10).

Keterangan Andreas penting dan dibutuhkan untuk melengkapi penyidikan dalam kasus ini. Tersangka diduga mengetahui proses penjualan tanah milik PT Japirex.

"Kami ambil keterangan tersangka dulu selanjutnya akan kami infokan setelah pemeriksaan," terangnya

Sementara itu, yang melaporkan kasus tersebut Fransisca Susilo pada Maret 2017 menuturkan, tersangka dan Sandiaga Uno sebagai pemegang saham perusahaan tersebut. Keduanya menurut Fransisca bersengkongkol menjual tanah tanpa persetujuan yang benar.

"Mereka itu pemegang saham dan dipercaya mengelola perusahaan itu tapi akhirnya mereka jual tanpa prosedur yang jelas," tuturnya

Menurutnya, Sandiaga ikut menandatangani penjualan tanah pada 22 September 2012. Di dalam surat tersebut sejumlah uang ditranfer ke rekening bank swasta milik Andreas Tjajadi.

"Saya ada buktinya. Dan jika dia tidak mengaku menjual tanah itu, dia juga yang bertandatangan saat itu," cetusnya

Sebelumnya, Andreas Tjahjadi dan Sandiaga Uno dilaporkan oleh Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward Soeryadjaya. Edward menuding Sandiaga menggelapkan uang senilai Rp12 miliar hasil penjualan tanah seluas satu hektare milik PT Japirex di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten

Pemeriksaan Sandiaga kali pertama dilakukan pada Juli 2017. Dia diperiksa penyidik tentang proses jual beli tanah sebagaimana dilaporkan Edward dan Fransisca. Namun Sandi mengaku tidak mengetahui ikhwal tuduhan yang ditujukan padanya. (OL-4)

Komentar