Humaniora

96 Titik Panas Membara di Sumatra

Kamis, 19 October 2017 08:27 WIB Penulis:

ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY

JUMLAH titik panas (hotspot) indikator kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra kembali meningkat. Kemarin, terpantau sedikitnya 96 titik panas dengan jumlah terbesar terdapat di Riau, yaitu 25 titik.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Sukisno, mengatakan lonjakan titik panas itu terpantau satelit Terra dan Aqua pada pukul 16.00 kemarin. Ke-96 titik panas itu tersebar di 10 provinsi di Sumatra.

“Di Aceh sebanyak 8 titik, Sumut (Sumatra Utara) 12 titik, Sumbar (Sumatra Barat) 21 titik, Sumsel (Sumatra Selatan) 13 titik, Jambi 9 titik, Bengkulu 2 titik, Lampung 1 titik, Kepulauan Riau 4 titik, Bangka Belitung 1 titik, dan Riau 25 titik panas,” jelas Kisno.

Dia menjelaskan, sebanyak 25 titik panas di Riau terdeteksi berada di wilayah Bengkalis sebanyak 3 titik, Rokan Hilir 4 titik, Kampar 1 titik, Dumai 5 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Pelalawan 2 titik, Rokan Hulu 2 titik, Siak 3 titik, dan Indragiri Hulu sebanyak 3 titik.

Sementara itu, di Jambi, Gubernur Zumi Zola Zulkifli kemarin menyerahkan dana bantuan pemerintah pusat sebesar Rp4 miliar kepada institusi terkait dalam penanganan karhutla di provinsi itu.

Dana siap pakai yang totalnya lebih dari Rp4 miliar itu dibagikan kepada penerima manfaat, yaitu Korem 042 Garuda Putih (Rp298 juta), Polda Jambi (Rp232 juta), Pemkab Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Rp481 juta), Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Rp295 juta), Kabupaten Muaro Jambi (Rp172 juta), Kabupaten Batanghari (Rp443 juta), Kabupaten Tebo (Rp587 juta), Kabupaten Sarolangun (Rp501 juta), dan Kabupaten Merangin (Rp297 juta).

“Jika dihitung kerugian akibat bencana kabut asap tahun 2015 mencapai Rp12 triliun. Itu belum memperhitungkan kerugian dari aspek kesehatan dan pendidikan serta lain sebagainya. Jadi, kita sepakat jangan lagi terulang lagi bencana serupa, dan itu perlu kebersamaan dan dukungan masyarakat di Jambi,” katanya.

Dari pengamatan Media Indonesia, kendati di Jambi kerap turun hujan, tiga helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan bencana, hampir saban hari melintas di la­ngit Kota Jambi untuk berpatroli dan membantu pemadaman titik api yang sulit dijangkau tim satgas karhuta di lapangan. (RK/SL/H-3)

Komentar